Jakarta, PR Politik (8/11) – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Tamanuri, mendesak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes-PDT), Yandri Susanto, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pendamping desa. Evaluasi ini dinilai penting agar program pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Kami mengharapkan pendamping desa tidak seperti yang sekarang. Saya bertemu di Bandar Mataram (Lampung Tengah), mereka bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk persiapan rapat desa,” ungkap Tamanuri dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Mendes-PDT di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Tamanuri menyoroti pentingnya evaluasi mendalam, mulai dari rekrutmen hingga kualifikasi dan pengetahuan para pendamping desa terhadap wilayah yang mereka dampingi.
“Sudah, ganti saja dulu yang tiga orang ini (pendamping desa). Buat yang baru, jangan seperti ini lagi,” tegasnya.
Sebagai legislator asal Dapil Lampung II, yang mencakup Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan, Tamanuri mengkritik rekrutmen pendamping yang tidak tepat sasaran. Banyak pendamping desa justru berasal dari luar daerah, bahkan dari luar provinsi, sehingga kurang memahami kondisi desa setempat.
“Pendamping dari Jakarta ditempatkan di Lampung, di Pringsewu, Tanggamus—bagaimana mereka bisa mengerti? Pendamping seharusnya adalah warga dari desa itu sendiri. Mereka tidak perlu biaya tambahan karena tinggal di sana. Dengan begitu, program bisa lebih berhasil,” tutupnya.
Sumber: fraksinasdem.org















