Perkuat Ketahanan Nasional, Kemlu dan Holding BUMN Farmasi Dorong Ekspansi Global di Kawasan Asia Pasifik-Afrika

Bandung, PR Politik – Kementerian Luar Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) bersinergi dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk menggelar Dialog Diplomasi Kesehatan Sektor Farmasi. Rangkaian kegiatan ini mencakup kunjungan lapangan ke fasilitas produksi Holding BUMN Farmasi di Banjaran dan Pasteur, Bandung, pada 9-10 April 2026.

Kegiatan strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan gerak antara diplomat RI dengan pelaku industri dalam memperluas penetrasi pasar ke kawasan Asia Pasifik, Afrika, hingga Amerika dan Eropa. Fokus utama diskusi mencakup penguatan skema kerja sama Government-to-Government (G2G) dan Business-to-Business (B2B).

“Diplomasi Indonesia saat ini mengedepankan prinsip dynamic resilience sebagai landasan penting, dengan diplomasi kesehatan, termasuk di sektor farmasi sebagai salah satu pilar utama ketahanan nasional,” tegas Kepala Pusat Strategi Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika, Vahd Nabyl A. Mulachela.

Di tengah meningkatnya risiko konfrontasi geoekonomi, penguatan industri farmasi dalam negeri dinilai krusial untuk memastikan akses kesehatan sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia. Kunjungan ke fasilitas PT Kimia Farma di Banjaran dan PT Bio Farma di Pasteur memberikan gambaran nyata bagi para diplomat mengenai standar mutu internasional yang telah dicapai Indonesia.

Saat ini, Holding BUMN Farmasi yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma telah menunjukkan kapabilitas kelas dunia. Bio Farma tercatat telah mengekspor vaksin ke lebih dari 150 negara dengan standar Pre-Qualification dari WHO, sementara Kimia Farma unggul dalam jaringan distribusi dan layanan terintegrasi.

Meski memiliki kapasitas produksi tinggi, dialog tersebut juga mengidentifikasi sejumlah hambatan struktural, terutama tingginya ketergantungan pada bahan baku impor serta ketatnya persaingan harga dengan produsen global.

Sebagai langkah antisipatif, Kemlu berkomitmen untuk memfasilitasi:

  • Riset dan Pengembangan: Mendorong kerja sama penelitian internasional.

  • Transfer Teknologi: Mempercepat kemandirian bahan baku obat nasional.

  • Akses Pasar: Mengoptimalkan peran Perwakilan RI di luar negeri sebagai ujung tombak promosi.

Baca Juga:  Akselerasi Pemulihan Pasca-Banjir Jawa Tengah, Kementerian PU Pasang Jembatan Bailey di Pemalang

Melalui sinergi ini, Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmennya untuk memposisikan Indonesia bukan sekadar sebagai pasar, melainkan sebagai mitra strategis dan penyedia solusi dalam ekosistem kesehatan global.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru