Surahman Hidayat Kecam Keras Pengeroyokan Mahasiswa di Masjid Sibolga: Masjid Harus Jadi Ruang Aman dan Berkeadaban

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Surahman Hidayat | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surahman Hidayat, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras insiden tragis yang menimpa AT (21), mahasiswa asal Aceh, yang tewas akibat pengeroyokan oleh lima orang di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025.

“Insiden tragis pengeroyokan itu bukan hanya mencederai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menghancurkan esensi masjid sebagai tempat ibadah dan perlindungan. Masjid seharusnya menjadi ruang aman bagi siapa pun, termasuk musafir yang mencari tempat beristirahat,” ujar Surahman.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan di lingkungan masjid merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai keagamaan dan sosial yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Dengan alasan apa pun, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Tindakan kekerasan itu telah menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah dan berpotensi merusak persatuan umat di Indonesia. Kekerasan di tempat suci bukan hanya melukai fisik, tetapi juga mengoyak rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keagamaan,” tegasnya.

Surahman mendorong Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan untuk memperkuat edukasi tentang fungsi masjid sebagai ruang terbuka dan ramah bagi masyarakat, termasuk bagi para musafir.

“Pengurus masjid juga perlu diberikan pemahaman dan pelatihan agar mampu menjalankan fungsi sosial masjid secara inklusif dan berkeadaban,” imbuh Surahman.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menjatuhkan hukuman kepada para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, yakni Pasal 338 dan Pasal 170 ayat (3) KUHP. Surahman juga meminta pemerintah daerah bersama pengurus masjid untuk meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di tempat ibadah agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Mohamad Hekal Sambut Positif Pertumbuhan Ekonomi 5,12%, Optimistis Capai Target 8%

“Insiden tragis ini harus menjadi momentum perbaikan fungsi sosial masjid. Masjid harus menjadi tempat yang ramah bagi pengunjung dan musafir. Keramahan terhadap pengunjung bukan sekadar etika, melainkan wujud nyata dari fungsi sosial masjid yang menghidupkan nilai empati, pelayanan, dan keteladanan,” jelasnya.

Menurut Surahman, masjid yang menyambut tamu dengan hangat sedang mendidik umat tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, membangun ukhuwah, dan memperkuat peradaban kasih sayang.

Di akhir pernyataannya, Surahman menyampaikan belasungkawa mendalam serta mendoakan agar almarhum AT (21) mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan keluarga korban diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru