Rachmat Gobel: Selamatkan Indonesia dari Dampak Tarif Impor Trump

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam menghadapi kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap produk Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak besar bagi stabilitas ekonomi nasional.

“Hanya ada satu kalimat: mari kita jaga dan kita selamatkan Indonesia dari bahaya di depan mata kita,” ungkap Gobel dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).

Kapoksi Fraksi NasDem Komisi VI DPR itu menyoroti bahwa sebelum kebijakan tarif dan perang dagang diberlakukan, Indonesia sudah mengalami gejala deindustrialisasi, yang ditandai dengan penutupan sejumlah pabrik dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia pun memprediksi kondisi tersebut akan semakin parah pasca-implementasi kebijakan tarif impor AS.

“Dengan demikian, pengangguran bisa semakin meningkat. Pada sisi lain juga ada kecenderungan nilai rupiah terus melemah terhadap sejumlah mata uang asing,” tandas Gobel.

Sebagai Menteri Perdagangan RI periode 2014–2015, Gobel memberikan delapan langkah konkret sebagai respons atas kebijakan tersebut. Pertama, ia menyarankan agar pemerintah memberikan kemudahan dan deregulasi perizinan bagi calon investor. Kedua, memberikan insentif fiskal berupa keringanan pajak dan tarif kepada pelaku usaha nasional.

Langkah ketiga adalah memperketat pengawasan terhadap pintu-pintu masuk Indonesia agar tidak disusupi barang selundupan. Keempat, menetapkan larangan permanen terhadap impor tekstil dan produk tekstil bermotif kain tradisional Indonesia seperti batik, tenun, dan sulam.

Kelima, ia mengusulkan pelarangan permanen terhadap impor pakaian bekas. Keenam, pemerintah harus aktif mencarikan pasar ekspor alternatif bagi industri nasional agar tidak bergantung pada satu negara.

Ketujuh, Gobel mendorong pemerintah untuk segera melakukan perundingan bilateral dengan Amerika Serikat guna menurunkan tarif yang diberlakukan. Kedelapan, perlindungan terhadap pasar domestik harus diperkuat untuk menghadang gelombang produk impor yang bisa masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  Dony Maryadi Tekankan Peningkatan Produksi Energi dan Keamanan Masyarakat Sekitar Kilang

Ia mengingatkan bahwa kebijakan tarif AS akan memicu negara-negara lain untuk bersaing dalam memberikan insentif kepada eksportir guna mencari pasar baru, termasuk ke Indonesia. Jika tidak diantisipasi, produk dari negara seperti Tiongkok dan Vietnam berpotensi membanjiri pasar lokal.

“Barang-barang dari Tiongkok dan Vietnam bisa banjir ke Indonesia. Ini yang harus dicegah. Kita harus melindungi pasar dalam negeri dari serbuan impor, salah satunya melalui penegakan aturan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri),” sebut dia.

Gobel juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dalam situasi krisis. Menurutnya, momen ini harus dijadikan momentum kebangkitan nasional dengan membangun semangat gotong royong, cinta tanah air, dan pemberantasan praktik korupsi serta nepotisme.

“Mari kita sama-sama menjaga Indonesia. Jadikan momen ini sebagai kebangkitan. Tantangan dan ancaman kita ubah menjadi peluang untuk membangun spirit kebersamaan, cinta Tanah Air, dan perilaku bersih dari korupsi dan nepotisme,” pungkasnya.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru