Dukung Target Net Zero Emission 2050, Kemenperin Pacu Infrastruktur Pengolahan Air dan Limbah di Kawasan Industri

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya pada sektor pengelolaan air dan limbah. Langkah ini diambil sebagai fondasi utama untuk membangun industri nasional yang berdaya saing tinggi serta berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan sektor manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa ketersediaan air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal merupakan kunci transformasi industri menuju keberlanjutan. Teknologi modern kini menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah yang ada saat ini.

“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.

Sebagai aksi nyata, kerja sama strategis dijalin antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd. Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan solusi pengolahan air limbah serta teknologi desalinasi air laut di berbagai kawasan industri.

Selain menjaga ketahanan sumber daya air, teknologi desalinasi air laut ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi garam industri nasional. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

Kemenperin juga terus mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali (reuse) air limbah dan optimalisasi penggunaan sumber daya secara efisien. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan jangka panjang.

Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) berperan aktif memfasilitasi investasi dan memperluas kemitraan internasional untuk mendukung realisasi proyek-proyek ini di lapangan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Sambut Hangat Presiden Peru, Perkuat Hubungan Diplomatik Jelang 50 Tahun

Ia berharap kolaborasi lintas negara ini segera diwujudkan melalui proyek percontohan di berbagai kawasan industri. Menperin menekankan bahwa investasi ini harus memberikan dampak ganda bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tanah air.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” tutupnya.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru