Dony Maryadi Tekankan Peningkatan Produksi Energi dan Keamanan Masyarakat Sekitar Kilang

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon | Foto: DPR RI (dok)

Indramayu, PR Politik – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon meminta PT Pertamina untuk terus meningkatkan kapasitas produksi energinya sekaligus memperkuat aspek keselamatan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar wilayah kilang. Hal ini disampaikan saat memimpin kunjungan kerja Panja Migas Komisi XII ke PHE ONJW Cirebon dan Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (8/5/2025).

“Dari sisi produksi sudah bagus, tapi mereka berencana meningkatkan kapasitas produksi. Yang penting juga adalah bagaimana mereka menjalankan program CSR, program kemanusiaan, dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,” ujar Dony.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa isu keselamatan harus menjadi perhatian serius, terutama setelah insiden kebakaran kilang Pertamina Balongan beberapa waktu lalu yang melibatkan warga. Ia mengingatkan bahwa lokasi kilang yang dekat dengan permukiman penduduk sangat rawan terhadap risiko kebakaran dan dampak lainnya.

“Pernah ada kejadian kebakaran yang menyebabkan warga terluka. Ini harus menjadi pelajaran penting. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain soal keselamatan, Dony juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ketahanan energi nasional yang dinilai masih lemah. Saat ini, cadangan energi Indonesia hanya cukup untuk 18 hingga 22 hari, jauh dari ideal. “Ketahanan energi kita belum pernah mencapai satu bulan. Ini berbahaya jika terjadi gangguan pasokan,” katanya.

Dalam dialog bersama pihak Pertamina dan pemangku kepentingan daerah, terungkap bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak, baik dalam bentuk bahan dasar (crude oil) maupun produk jadi seperti pertalite dan pertamax. Sementara kebutuhan nasional mencapai 1,2 hingga 1,6 juta barel per hari, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 600 hingga 700 ribu barel.

Baca Juga:  Zulfikar Suhardi Apresiasi Langkah Menekraf dalam Pengembangan Industri Film

“Kalau kita hanya membeli produk jadi, itu tidak efisien karena kita harus membayar biaya pengolahan di luar negeri. Lebih baik kita beli crude-nya dan olah di dalam negeri. Itu jauh lebih menguntungkan,” jelas Dony.

Ia menilai bahwa pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang dalam negeri harus menjadi prioritas. Pemerintah telah mencanangkan program investasi di sektor refinery yang ditargetkan mampu menambah kapasitas produksi hingga 700–800 ribu barel per hari, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dony juga mendorong adanya koordinasi yang lebih erat antara Pertamina Kilang dan pemerintah daerah, tidak hanya dalam aspek distribusi energi yang saat ini dinilai cukup baik, tetapi juga dalam mitigasi risiko serta pelaksanaan program-program sosial untuk masyarakat.

“Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa isu energi dan keselamatan masyarakat sekitar kilang akan terus menjadi prioritas ke depan,” tutup legislator dari Dapil Jawa Barat XI tersebut.

 

Sumber: emedia.dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru