Pemerintah Mulai Operasi Merah Putih, Upaya Penyelamatan Badak Jawa dari Kepunahan

Jakarta, PR Politik – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kehutanan, resmi memulai Operasi Merah Putih – Translokasi Badak Jawa, sebuah langkah besar untuk menyelamatkan satwa endemik Indonesia yang kian terancam punah. Kick Off Meeting yang dipimpin Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ini dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal KSDAE, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Yayasan Badak Indonesia (YABI), serta mitra konservasi nasional dan internasional.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) saat ini hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon. Kajian ilmiah memperingatkan bahwa tanpa intervensi serius, spesies ini bisa punah dalam waktu kurang dari 50 tahun karena rendahnya keragaman genetik, perkawinan sedarah, dan keterbatasan habitat.

“Saya kira ini adalah tanggung jawab moral, sosial, dan politik kita bersama untuk memastikan anak cucu kita masih memiliki Badak Jawa 50, 100, 200 tahun, bahkan selamanya,” ujar Raja Antoni.

Menhut menyampaikan bahwa prosesnya berjalan dengan baik, termasuk melibatkan semua stakeholder. Ia menilai hal ini sangat baik. “Semangat Bapak Presiden Prabowo selalu mengatakan kita harus berkolaborasi, bekerja sendiri hampir mustahil bisa menghasilkan sesuatu hal yang monumental, sesuatu hal yang besar,” ungkapnya.

Menhut juga menegaskan bahwa penamaan Operasi Merah Putih merupakan operasionalisasi dari spirit kemerdekaan, di mana satwa seperti badak merdeka di alamnya.

“Saya merasa terhormat, saya merasa bangga dan memberikan dukungan yang penuh atas nama Kementerian terhadap program ini dan program serupa, inisiatif apapun,” katanya.

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Marsekal Pertama TNI Muhammad Taufiq Arasj, menyatakan TNI mendukung penuh operasi ini melalui pengamanan, logistik, hingga transportasi.

“Pesan Bapak Panglima TNI, siap mendukung upaya-upaya pelestarian Badak Jawa ini,” ungkapnya.

Ketua Pengurus dan Direktur Eksekutif YABI, Jansen Manansang, mengatakan langkah ini membuka harapan baru. YABI berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam konservasi badak Jawa.

Baca Juga:  Sinergi Kemenhut dan Bareskrim: 36 Titik Tambang Pasir Ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi Ditindak Tegas

“Mari kita jadikan operasi Merah Putih ini sebagai momentum bersama untuk memperkuat kolaborasi dan menegakkan komitmen kita dalam menjaga Badak Jawa yang merupakan aset bangsa yang sangat penting juga mahal, hanya ada di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam laporannya, Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan berbagai persiapan penting telah dilakukan, seperti pembangunan fasilitas Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), pemilihan individu badak berdasarkan haplotipe genetik berbeda, survei jalur pergerakan, dan simulasi lapangan. Dengan dimulainya operasi ini, pemerintah berharap populasi Badak Jawa dapat lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru