Jakarta, PR Politik (10/12) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti pembagian bantuan sosial (Bansos) dan mengusulkan agar penerima bantuan tidak boleh seumur hidup, agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung pada bantuan. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, saat memberi pidato dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-XXII di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Senin (9/12/2024).
Sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar memiliki tugas untuk mengurus masyarakat, mulai dari yang miskin ekstrem, miskin, rentan miskin, hingga masyarakat yang berdaya. Ia menekankan pentingnya fokus pada pemberdayaan masyarakat, dengan harapan masyarakat yang miskin dapat menjadi berdaya. “Pemberdayaan itu jadi satu ekosistem, jadi penerima bantuan tidak boleh seumur hidup jadi penerima bantuan, tapi harus berdaya dan mandiri,” paparnya.
Gus Muhaimin juga menjelaskan bahwa tugas Kemenko Pemberdayaan Masyarakat beririsan dengan PMI, mengingat salah satu kementerian di bawahnya adalah Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan apresiasi atas kinerja PMI selama ini di bawah
Baca Juga: Eka Widodo Desak BPK Audit Penggunaan Dana Pemilu dan Pilkada 2024 kepemimpinan Ketua Umum Jusuf Kalla (JK).
“Di kementerian kami, ada Kementerian Sosial yang memiliki tugas tanggap darurat sekaligus rehabilitasi. Di mana sinergi dengan PMI selama ini semoga terus dilanjutkan,” bebernya. Gus Muhaimin menambahkan bahwa PMI telah memberikan dharma bakti yang sangat tulus, bahkan selalu memberikan solusi cepat di tengah krisis maupun dalam keadaan normal. Sumbangsih PMI sangat besar bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
“Tentu prestasi-prestasi Pak JK sebagai pimpinan PMI, dengan semangat semakin cepat semakin baik akan terus menjadi bagian dari sinergi pemerintah,” pungkas Gus Muhaimin.















