Mobilisasi Masif, Kementerian PU dan BUMN Karya Kerahkan 821 Alat Berat untuk Pulihkan Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh dengan fokus utama pada Kabupaten Aceh Tamiang. Operasi skala besar ini melibatkan pengerahan personel secara masif serta penguatan armada alat berat melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membuka kembali urat nadi transportasi dan menormalisasi fasilitas publik yang lumpuh akibat material banjir dan longsor.

“Kami terus bergerak mengerahkan personel dan alat berat secara masif serta menggandeng BUMN Karya agar penanganan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Saat ini masih difokuskan pada pemulihan aksesibilitas, membersihkan kawasan terdampak, dan memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” ujar Menteri Dody.

Hingga Minggu (28/12) pukul 08.00 WIB, total kekuatan yang dikerahkan Kementerian PU di seluruh Provinsi Aceh telah mencapai 811 personel. Kekuatan ini terdiri dari 355 personel Satgas PU dan 456 personel pendukung dari BUMN Karya.

Dari sisi infrastruktur mesin, sebanyak 821 unit alat berat telah berada di lapangan. Rinciannya meliputi 216 unit milik internal kementerian dan 605 unit dukungan tambahan dari mitra BUMN. Di wilayah Aceh Tamiang sendiri, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh secara khusus telah mengoperasikan 36 alat berat dan 66 unit dump truck di titik-titik kritis.

Penanganan ini diperkuat oleh dukungan teknis dari tujuh BUMN Karya untuk mempercepat respons atas instruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain:

  • PT Waskita Karya (Persero): 4 unit excavator dan 11 unit dump truck.

  • PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Pembangunan Perumahan: Masing-masing mengerahkan kombinasi excavator dan dump truck.

  • PT Nindya Karya dan PT Hutama Karya: Menambah kekuatan unit excavator di lokasi strategis.

Baca Juga:  Kemhan Sebut Klaim Kelompok Bersenjata Di Yahukimo Sebagai Informasi Menyesatkan

Sebagai contoh nyata di lapangan, PT Wijaya Karya (WIKA) tengah melakukan pembersihan bekas longsoran di Jalan Kuala Simpang, rehabilitasi fasilitas pendidikan di SDN 1 Karang Baru, hingga normalisasi area vital di Pengadilan Negeri Aceh Tamiang.

Kementerian PU menerapkan kombinasi metode kerja untuk memastikan efektivitas pembersihan. Untuk area perkotaan dan jalan nasional, digunakan alat berat kapasitas besar seperti excavator, dozer, loader, dan grader.

Namun, untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses oleh peralatan raksasa, kementerian mengoptimalkan program padat karya. Pekerja manual dibantu dengan peralatan berukuran kecil diterjunkan agar proses pembersihan menyentuh area pemukiman yang padat dan sempit. Melalui strategi ini, diharapkan pemulihan menyeluruh di Aceh Tamiang dapat tercapai sesuai target waktu yang ditetapkan.

sumber : Kemenpu RI

Bagikan: