Menperin Muhammad Sarmuji Minta Layanan Publik Kemenperin Dipercepat

Layanan Publik Kemenperin

Jakarta, PR Politik – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta layanan publik Kemenperin dipercepat, termasuk dengan menambah Hari Pelayanan Publik dari sekali menjadi dua kali seminggu agar antrean konsultasi pelaku industri lebih pendek. Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi persaingan industri yang kian ketat di era digital.

Permintaan itu ia sampaikan saat meninjau Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin di Jakarta, Kamis (8/10). Ia didampingi jajaran pimpinan kementerian untuk melihat langsung fasilitas layanan publik Kemenperin, termasuk ruang konsultasi dan ruang tunggu bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Ia juga berbincang langsung dengan sejumlah pengunjung yang sedang menunggu giliran konsultasi. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya kementerian dalam menyerap aspirasi guna meningkatkan efektivitas layanan publik Kemenperin agar semakin adaptif dan responsif.

“Pelayanan publik, baik perizinan maupun konsultasi, sudah menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Namun, bagi saya, baik saja kadang tidak cukup. Harus lebih baik lagi dan terus ditingkatkan agar masyarakat maupun pelaku industri semakin puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain kualitas, kecepatan pelayanan juga harus menjadi perhatian kita,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik, melainkan harus diikuti perbaikan sistem kerja dan penyederhanaan prosedur. Langkah konkret yang didorongnya adalah penambahan frekuensi Hari Pelayanan Publik yang semula hanya hari Kamis menjadi dua kali seminggu.

“Selama ini kita memiliki Hari Pelayanan Publik setiap Kamis. Saya minta agar tidak hanya satu hari dalam seminggu, tetapi bisa menjadi dua hari, misalnya Selasa dan Kamis. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku industri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi sehingga antrean pelayanan juga semakin pendek,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ekspor Beras Perdana ke Arab Saudi, Akademisi: Swasembada 2026 Terkuat Sepanjang Sejarah

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mampu bertindak sebagai fasilitator yang cepat agar dunia usaha nasional memiliki daya saing tinggi. Berdasarkan data internal, efisiensi layanan publik Kemenperin memang terus menunjukkan peningkatan positif, di mana kapasitas konsultasi tatap muka telah melonjak hingga 130 perusahaan per hari dengan raihan predikat pelayanan publik prima.

sumber : Kemenperin