Lucy Kurniasari: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kesehatan Masyarakat dan Dukung Visi Indonesia Emas 2045

Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari | Foto: DPR RI (dok)

Depok, PR Politik – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, dalam sosialisasi program MBG yang digelar di Rumah Kebon Astuty, Cinangka, Sawangan, Depok. Acara ini diikuti oleh lebih dari 300 warga dari berbagai kalangan.

“Program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak dan ibu. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi angka stunting dan malnutrisi,” kata Lucy Kurniasari dalam keterangannya, Minggu, 20 April 2025.

Lucy menegaskan bahwa MBG merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam bidang pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap kehadiran program ini dapat memperkuat pondasi generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045.

“Program MBG bukan hanya makan bergizi, tapi juga diharapkan adanya perubahan perilaku pada makan yang lebih sehat, termasuk perilaku hidup sehat pada anak-anak sejak dini,” tambah Lucy.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp71 triliun untuk program ini, yang ditargetkan menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun, berdasarkan keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani, anggaran program MBG akan ditingkatkan hingga Rp171 triliun, memungkinkan cakupan hingga 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025.

Lucy menjelaskan bahwa MBG menyasar empat kelompok utama penerima manfaat, yakni pelajar (PAUD hingga SMA dan santri), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Makanan yang diberikan telah dirancang sesuai dengan standar gizi yang mencakup kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi harian.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki gizi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Baca Juga:  Serangan Amerika ke Iran, Habib Idrus: Ketegangan Selat Hormuz Alarm bagi Ketahanan APBN

“Kalau kita ingin desa maju, harus ada ekosistem yang dibangun bersama—ada teknologi, ada kreativitas, dan ada perhatian serius dari negara,” ujar Lucy menegaskan pentingnya dukungan menyeluruh terhadap program ini.

Tenaga Ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN), Mochamad Halim, turut memberikan pemaparan dalam sosialisasi ini. Ia menjelaskan peran dan fungsi BGN dalam menjalankan program MBG, termasuk pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur sehat untuk mendistribusikan makanan bergizi.

Mochamad Halim menyampaikan, “Mengenai radius 6 km untuk setiap SPPG harus mampu menjangkau target penerima MBG sebanyak 3.000 – 3.500 sasaran. Selain itu, tenaga kerja dan pasokan bahan baku untuk SPPG juga harus terpenuhi dari sumber daya lokal yang berada di dalam jangkauan wilayah SPPG.”

Setiap SPPG dikelola oleh Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh BGN. Kepala ini bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan untuk mengawasi kualitas gizi serta distribusi makanan yang efisien dan tepat sasaran. Operasional harian didukung oleh 45 hingga 50 tenaga dapur terlatih.

Dengan fondasi yang kuat dan pengelolaan yang sistematis, program MBG diharapkan menjadi tulang punggung dalam menciptakan SDM unggul. Program ini juga menjadi bagian dari upaya besar dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045.

 

Sumber: fraksidemokrat.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru