Jakarta, PR Politik (15/11) – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, mengusulkan pembentukan panitia kerja (panja) untuk mengusut tuntas insiden kaburnya tujuh tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Langkah ini, menurut Muslim, penting untuk mengidentifikasi akar masalah dan mengatasi persoalan keamanan di lembaga pemasyarakatan.
“Kita perlu membentuk panja agar terkuak problem mendasar kaburnya tahanan dari Rutan Salemba sampai ke akar-akarnya,” ujar Muslim dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/11/2024).
Legislator asal Daerah Pemilihan Aceh I ini menjelaskan bahwa panja diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan DPR terhadap insiden ini. Saat ini, pihak Komisi XIII telah meminta data dan rekaman CCTV dari Rutan Salemba sebagai langkah awal.
“Kami di Komisi XIII tadi sudah meminta sejumlah data dan CCTV dari pihak Rutan Salemba, namun data-data tersebut tidak bisa kita dapatkan langsung saat sidak,” ungkap Muslim.
Pembentukan panja ini, tambah Muslim, selaras dengan visi Presiden Prabowo yang mendorong pembenahan dalam sistem penegakan hukum nasional. Usul pembentukan panja juga mendapat dukungan dari seluruh fraksi di Komisi XIII.
Muslim Ayub berharap panja bisa mengungkap setiap aspek penyebab insiden tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum aparat. Namun, ia menegaskan pentingnya memegang asas praduga tak bersalah hingga hasil investigasi panja DPR dirilis.
“Saya yakin, panja ini akan mengungkap semua, namun untuk saat ini kita tetap harus berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. Jika panja sudah bekerja, semua kecurigaan publik akan terungkap,” jelasnya.
Baca Juga: Imron Amin Minta Polres Depok Serius Tangani Pemalsuan TNKB Anggota DPR
Muslim juga menyoroti ketimpangan rasio petugas dengan jumlah tahanan di Rutan Salemba, yang mencapai 1 petugas untuk 190 tahanan. Kondisi ini, menurutnya, sangat tidak ideal dan berpotensi meningkatkan risiko kelalaian dalam pengawasan.
“Bagaimana mungkin satu petugas harus menangani 190 tahanan. Ini jelas di luar nalar manusia, kelalaian dan kecerobohan pasti terjadi jika rasio petugas pengamanan terus seperti ini,” tegas Muslim.
Dengan pembentukan panja, DPR diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab peristiwa ini, tetapi juga menghasilkan rekomendasi sistemik untuk memperbaiki sistem keamanan di lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Menurut Muslim, kehadiran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang baru juga menjadi momen penting untuk pembenahan secara menyeluruh guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
“Dengan adanya kementerian baru, yakni Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, ini adalah momentum untuk perbaikan komprehensif agar insiden seperti ini tidak akan terjadi lagi,” tandas Muslim.
Sumber: fraksinasdem.org















