Kementan Gencarkan Sidak di Lima Wilayah, Pastikan Stok Pangan Ramadan Melimpah dan Harga Stabil

Jakarta, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan ketersediaan dan harga pangan melalui serangkaian inspeksi mendadak (sidak) di berbagai daerah selama bulan Ramadan. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kelancaran distribusi daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang hari raya Idulfitri.

Hasil pantauan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi menunjukkan bahwa stok di tingkat peternak dan Rumah Potong Hewan (RPH) dalam kondisi aman. Kondisi pasokan yang melimpah ini membuat harga di tingkat konsumen relatif stabil dan masih berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP).

Berdasarkan sidak yang dilakukan pada 20–22 Februari 2026, berikut adalah rincian kondisi lapangan di beberapa titik strategis:

  • Depok & Bekasi: Harga daging sapi stabil di kisaran Rp130.000–Rp140.000/kg. Telur ayam ras berkisar antara Rp31.000–Rp33.000/kg, sementara daging ayam berada di angka Rp36.000–Rp40.000/kg.

  • Bandung: Harga karkas di RPH MBC tercatat Rp105.000–Rp107.000/kg. Meski harga daging sapi tipe has sempat menyentuh Rp150.000/kg di pedagang tingkat kedua, secara umum harga rata-rata masih terkendali.

  • Yogyakarta: Stok terpantau sangat aman dengan harga daging sapi di Pasar Beringharjo dan sekitarnya berkisar Rp125.000–Rp135.000/kg. Harga ayam hidup di tingkat kandang juga normal pada angka Rp23.000/kg.

  • Bogor: Distribusi telur lintas daerah dari Jawa Tengah terpantau lancar dengan harga konsumen Rp31.000/kg. Daging ayam tercatat sedikit di atas HAP seiring naiknya konsumsi warga.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menegaskan fluktuasi yang terjadi masih dalam batas wajar. “Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menjelaskan bahwa jika ditemukan kenaikan harga di pasar, hal tersebut bukan disebabkan oleh masalah di sektor hulu atau peternak, melainkan karena adanya pengambilan margin tambahan di rantai distribusi hilir.

Baca Juga:  Di KTT ASEAN-US, Presiden Trump Puji Prabowo atas Peran Indonesia Amankan Perdamaian Timur Tengah

“Harga karkas di RPH Rp105.000-Rp107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang. Harga ayam hidup di kandang masih sesuai acuan, jadi yang perlu dijaga adalah stabilitas distribusi dan margin di hilir agar tetap wajar,” tegasnya.

Pemerintah melalui Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba melakukan permainan harga. Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan dari hulu hingga ke pasar rakyat untuk mencegah praktik spekulasi.

“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan. Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegasnya saat sidak di Pasar Kebayoran.

Kementan juga mengajak seluruh distributor dan pedagang untuk mematuhi harga acuan pemerintah. Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan harga yang melampaui ketentuan kepada pemerintah daerah atau aparat setempat agar bisa segera ditindaklanjuti.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru