Pekanbaru, PR Politik – Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung tiga wilayah di Provinsi Riau. Bersama TNI, POLRI, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), tim gabungan tengah berjibaku memadamkan api di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, merinci bahwa di Kota Dumai, kebakaran melanda Kelurahan Mundam seluas dua hektar dan Kelurahan Bagan Keladi seluas tiga setengah hektar. Sementara itu, titik api terbesar saat ini berada di Bengkalis.
“Di Kabupaten Bengkalis, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama anggota TNI, POLRI, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), MPA dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA) saat ini sedang berjuang memadamkan Karhutla di Desa Sepahat-Kecamatan Bandar Laksamana dengan luas kebakaran sepuluh hektar,” lanjutnya.
Selain di Bengkalis, pemadaman intensif juga dilakukan di Desa Benayah, Kabupaten Siak. Namun, petugas di lapangan mulai menghadapi kendala serius berupa menipisnya cadangan air akibat cuaca panas yang ekstrem.
“Saat ini sedang diupayakan perbantuan alat berat untuk memperdalam embung sumber air,” ungkap Ferdian. Ia juga memberikan instruksi taktis kepada tim untuk segera memutus jalur penyebaran api guna mencegah polusi udara yang lebih luas.
“Untuk memotong kepala api, melokalisir api supaya tidak terus merembet sehingga tidak sampai menimbulkan asap besar yang berpotensi menimbulkan asap lintas batas.”
Mengingat kondisi lahan di Riau yang semakin mengering, Ferdian mendorong Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah strategis terkait status kebencanaan, merujuk pada langkah yang telah diambil oleh wilayah lain seperti Aceh Barat dan beberapa kabupaten di Kalimantan Barat.
“Untuk kewaspadaan dan mengoptimalkan pengerahan sumber daya, Pemerintah daerah di Riau perlu mempertimbangkan penetapan siaga darurat sebagaimana yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Sambas serta Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat yang saat ini juga sedang mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Berdasarkan data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kekeringan bahan bakar di permukaan tanah di wilayah Riau diprediksi akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, yang berarti risiko kebakaran masih sangat besar dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.
sumber : Kemenhut RI















