Hidayat Nur Wahid Kecam Serangan Israel ke Gaza: Lebih Brutal dari Holocaust

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras serangan brutal Israel ke Gaza, Palestina. Ia menyoroti tindakan Israel yang tidak hanya melarang bantuan kemanusiaan tetapi juga memutus aliran listrik, air, dan obat-obatan, meski gencatan senjata sedang berlangsung. HNW bahkan menegaskan bahwa kejahatan Israel telah melampaui Holocaust yang dilakukan Nazi terhadap Yahudi pada Perang Dunia II.

“Peristiwa Holocaust Nazi terhadap orang Yahudi hanya terjadi selama beberapa tahun, yakni 1941-1945. Sementara itu, penjajahan dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun, sejak Nakba pada 1948 hingga kini,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (20/3).

Menurut HNW, demi menyelamatkan kemanusiaan dan peradaban, negara-negara di dunia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), harus mengambil langkah konkret untuk menghentikan kejahatan Israel. Ia menyoroti bahwa serangan terbaru Israel justru terjadi setelah warga sipil kembali ke tanah mereka pasca-gencatan senjata.

“Sampai hari ini, dalam tiga hari serangan brutal Israel, lebih dari 510 warga Palestina telah menjadi syuhada, dan ribuan lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah perempuan, anak-anak, dan lansia. Ini menambah jumlah korban sejak 7 Oktober 2023, yang kini telah melebihi 47.500 jiwa,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kejahatan Israel terhadap Palestina bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tetapi juga pengulangan praktik yang dilakukan Nazi di masa lalu.

“Israel terus mengulang apa yang pernah dilakukan Nazi terhadap Yahudi. Padahal, berbeda dengan Nazi, rakyat Palestina dahulu justru menerima para imigran Yahudi yang menjadi korban Holocaust dengan tangan terbuka. Namun, Israel membalasnya dengan kejahatan yang bahkan lebih brutal,” lanjutnya.

Baca Juga:  Saadiah Uluputty Dorong Kemenhut bersama Kementan Dukung Peningkatan Produksi Pangan

HNW juga mengkritik negara-negara Barat yang selalu memperingati Holocaust dengan berbagai museum dan peringatan resmi, namun justru membiarkan tindakan serupa yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Bagaimana mungkin Holocaust Nazi di masa lalu diperingati dengan penuh penghormatan, tetapi kejahatan Israel yang serupa di masa kini justru dibiarkan tanpa tindakan nyata?” katanya.

Sebagai Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), HNW menegaskan bahwa sekadar mengutuk Israel tidaklah cukup. Ia mendesak lembaga-lembaga internasional seperti International Court of Justice (ICJ), International Criminal Court (ICC), dan PBB untuk segera mengambil tindakan nyata. Ia juga menyerukan agar Israel dikeluarkan dari keanggotaan PBB karena terus-menerus melanggar resolusi organisasi tersebut. Selain itu, ia mendesak ICC untuk segera menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar kejahatannya bisa dihentikan.

HNW juga berharap negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), khususnya yang baru saja menggelar pertemuan di Jeddah dan Kairo, dapat merealisasikan keputusan mereka. Ia menekankan pentingnya komitmen negara-negara OKI dalam menolak perang serta mendukung gencatan senjata dan perjuangan rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan penuh.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru