Jakarta, PR Politik (6/12) – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar penyaluran pupuk subsidi dilakukan langsung ke kelompok tani (gapoktan) melalui mekanisme yang sederhana dan mudah. Kebutuhan nasional untuk pupuk subsidi urea saat ini mencapai 7,5 juta ton, sesuai anggaran yang disediakan oleh negara. Pupuk subsidi tersebut tersedia di kios resmi dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp112.500 per sak.
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menegaskan bahwa ketersediaan pupuk subsidi menjadi elemen kunci dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Swasembada pangan kuncinya 62% ada di ketersedian pupuk subsidi, sisanya ada di pengairan dan jaringan irigasi,” ujar Riyono.
Program swasembada pangan yang diusung pemerintah menargetkan peningkatan produksi beras hingga 32,83 juta ton, jagung 16,68 juta ton, cabai 3,08 juta ton, daging sapi 339,41 ribu ton, dan daging ayam 4,34 juta ton. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp29,37 triliun.
Riyono juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap target swasembada pangan dalam waktu tiga tahun.
“Presiden mentargetkan swasembada pangan dalam waktu 3 tahun, gak boleh main-main dengan pupuk untuk petani. Isu kelangkaan pupuk gak boleh ada lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Hoerudin Amin: Kesadaran Kolektif terhadap Pancasila Harus Ditingkatkan
Selain itu, Riyono menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian melalui pompanisasi, pencetakan lahan baru seluas 1,5 juta hektare, dan program rekrutmen petani milenial. Ia juga mendorong agar alokasi pupuk ditetapkan dalam anggaran tetap setiap tahun untuk memastikan realisasi 100 persen demi mencapai swasembada pangan.
“Idealnya alokasi pupuk menjadi fix budget setiap tahun dengan target terpenuhi 100% demi wujudkan swasembada pangan,” tutup Riyono.
Sumber: fraksi.pks.id















