Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Menkeu Sebut Kebijakan Fiskal Ekspansif Perkuat Fondasi 2026

Jakarta, PR Politik – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan fiskal pro-growth yang diterapkan pemerintah pada akhir 2025 telah berhasil memicu pemulihan ekonomi yang signifikan. Hal ini disampaikan Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2), guna memaparkan kinerja penerimaan negara.

Menkeu mengungkapkan bahwa langkah ekspansif melalui injeksi likuiditas diambil sebagai respons atas melambatnya indeks kepercayaan konsumen pada medio 2025. Pemerintah juga membuat keputusan strategis untuk tidak menaikkan pajak demi menjaga daya beli masyarakat.

“Yang penting adalah kita berhasil membalik arah ekonomi dengan cukup signifikan tanpa melanggar kaidah-kaidah kebijakan fiskal yang berkesinambungan,” ungkapnya.

Intervensi fiskal tersebut membuahkan hasil nyata pada kuartal keempat 2025. Data menunjukkan peningkatan tajam pada sektor otomotif dan ritel. Penjualan mobil tercatat tumbuh 17,9 persen, sementara sepeda motor meningkat 14,5 persen.

Di sisi produksi, optimisme pelaku usaha tercermin dari angka Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang terus berada di zona ekspansif. Pada Januari 2026, PMI mencapai level 52,6.

“Jadi kelihatannya momentum pertumbuhan ekonomi yang kita balik di triwulan keempat tahun lalu akan berkelanjutan, paling enggak kalau kita lihat di sini sampai Januari 2026,” ujarnya.

Menkeu menegaskan bahwa sinergi antara belanja negara yang tepat waktu dan koordinasi bersama bank sentral akan terus dijaga. Fondasi ekonomi saat ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan awal tahun lalu, didukung oleh mobilitas masyarakat yang pulih dan aktivitas industri yang produktif.

“Jadi secara keseluruhan indikator ini menunjukkan bahwa perekonomian memasuki 2026 dalam kondisi yang jauh lebih kuat. Konsumsi terus meningkat, mobilitas pulih, kegiatan industri aktif, dan optimisme masyarakat berada pada level yang tinggi. Kombinasi ini memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih stabil untuk tahun 2026 dan ke depannya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kemensos, ITB, dan BRIN Kolaborasi Perkuat Budaya Literasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi Tana Toraja

sumber : Kemenkeu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru