Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mendorong perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) anak bangsa.
“BUMN dengan beberapa skema tetap bisa berkontribusi membangun sekolah, SDM, rumah sakit, dan lainnya,” kata Asep dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul disahkannya perubahan Undang-Undang BUMN oleh DPR RI. Salah satu poin penting dalam beleid baru itu adalah perubahan lembaga penyelenggara tugas pemerintahan di bidang BUMN, dari Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Asep menilai, BUMN memiliki potensi besar untuk memperluas dampak sosial melalui berbagai program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk wilayah-wilayah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan.
“Misal di Papua, Sulawesi atau di Nanggung, Kabupaten Bogor, PT Antam Pongkor Tbk membangun beberapa sekolah, menggratiskan sekolah, mengembangkan UMKM atau lainnya,” tandasnya.
Politikus Partai NasDem itu optimistis, pengelolaan BUMN yang profesional dan transparan akan memberikan hasil signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, optimalisasi kinerja BUMN bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Asep turut menyinggung potensi besar sumber daya alam (SDA) Indonesia, seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, dan batu bara yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan pelat merah.
“Aneka rupa tambang mineral ini dimiliki BUMN. Kalau tidak menguntungkan, berarti diduga ada kesalahan tata kelolanya. Oleh karena itu, bakal menjadi pertanyaan kalau BUMN tidak bisa berkontribusi kepada negara,” tukasnya.















