Makassar, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzammil Yusuf, secara resmi mengetuk palu penutupan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif PKS se-Sulawesi Selatan. Kegiatan strategis yang membidik penguatan kapasitas kedewanan tersebut berlangsung khidmat di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Jumat (5/6).
Kehadiran orang nomor satu di PKS tersebut terpantau didampingi langsung oleh Ketua Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Partai DPP PKS, Muh. Iqbal, beserta jajaran rombongan fungsionaris pengurus pusat.
Agenda penutupan ini juga dihadiri secara lengkap oleh jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sulsel. Di antaranya tampak Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Mallarangan Tutu, Ketua Dewan Syariat Wilayah (DSW) Muammar Zainal, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel Anwar Faruq, serta Sekretaris DPW PKS Sulsel Kasman yang mengawal jalannya acara hulu-hilir hingga selesai.
Bimtek yang berjalan maraton selama beberapa hari ini dilaporkan diikuti dengan draf antusiasme tinggi. Seluruh peserta yang merupakan anggota legislatif (aleg) dari berbagai daerah pemilihan di Sulawesi Selatan hadir tanpa terkecuali untuk menerima suntikan draf arahan strategis dari pimpinan pusat.
Dalam pengarahannya, Presiden PKS Almuzammil Yusuf melayangkan apresiasi tinggi atas soliditas dan draf kehadiran penuh para legislator se-Sulsel. Ia menekankan vitalnya peningkatan kapasitas legislator PKS agar senantiasa bermutasi menjadi pembela rakyat yang profesional, bersih, dan berintegritas di parlemen.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq, yang juga menduduki kursi empuk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, menyampaikan draf analisisnya bahwa Bimtek ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi ideologis parpol, mengokohkan arsitektur struktur, serta mematangkan draf strategi pemenangan partai di tingkat daerah.
Dengan berakhirnya ketukan forum pembekalan ini, para legislator PKS se-Sulsel diinstruksikan untuk tidak menunda waktu dan wajib langsung diterjunkan ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Langkah hibrida ini ditargetkan guna mengimplementasikan draf hasil Bimtek secara konkret, sekaligus mengunci basis massa konstituen demi memberikan pelayanan siber dan lapangan terbaik kepada masyarakat luas secara berkesinambungan.
sumber : PKS















