Jakarta, PR Politik – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, di Jakarta, Kamis (12/2). Pertemuan tersebut menandai babak baru kolaborasi kedua negara melalui peluncuran resmi Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat.
Program ini merupakan instrumen pendanaan inklusif yang bertujuan melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya mitigasi perubahan iklim guna mencapai target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
“Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat,” ujarnya.
Pendanaan ini disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan skema Result-Based Contribution. Hingga periode ketiga yang berakhir pada 2025, program ini tercatat telah menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat yang mencakup lebih dari 31 ribu penerima manfaat di 36 provinsi.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Norwegia atas kerja sama yang sangat baik selama ini melalui mekanisme Result Based Contribution,” tambahnya.
Norwegia sendiri telah berkontribusi sebesar 216 juta dolar AS sebagai apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam menekan angka deforestasi secara signifikan.
Pemerintah membuka kesempatan pengajuan usulan kegiatan mulai 12 hingga 19 Februari 2026 melalui laman resmi BPDLH. Pada periode ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam tiga kategori utama:
-
FOLU Goes to School: Menggerakkan generasi muda dan sekolah dalam pelestarian alam.
-
FOLU Terra: Fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
-
FOLU Biodiversity: Upaya nyata dalam pelestarian flora dan fauna serta keanekaragaman hayati nusantara.
Menteri Asmund Aukrust menegaskan bahwa dukungan internasional harus mampu menjangkau garda terdepan pelestarian hutan, yakni masyarakat lokal.
“Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendiri. Karena itu, kemitraan seperti antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting. Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” pungkasnya.
sumber : Kemenhut RI















