Jakarta, PR Politik – Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (BSKLN Kemlu) bersama think tank Synergy Policies dan ViriyaENB sukses menyelenggarakan Indonesia–China Track 1.5 Dialogue pada 27-28 Januari 2026. Pertemuan bertajuk “Shaping a Joint Foreign Policy Approach toward a Transformational Model for Clean Energy Partnership” ini bertujuan memperkuat sinergi kedua negara dalam merumuskan modalitas kemitraan energi bersih yang berkelanjutan.
Forum ini unik karena mempertemukan unsur pemerintah (jalur satu) dengan dunia usaha serta akademisi (jalur dua) dari kedua negara. Delegasi Indonesia diwakili oleh Kemenko Perekonomian, Bappenas, Kemlu, DEN, BRIN, hingga KADIN. Sementara dari pihak Tiongkok hadir perwakilan Kedubes RRT, China New Energy International Alliance (CNEIA), dan WRI China.
Kepala BSKLN, Muhammad Takdir, menegaskan bahwa konsep Dynamic Resilience atau Ketahanan Dinamis menjadi fondasi utama dalam kemitraan ini untuk menghadapi dinamika geopolitik global.
Dialog tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa kemitraan energi bersih masa depan harus melampaui hubungan dagang konvensional. Fokus utama akan diarahkan pada riset bersama, inovasi, transfer teknologi, dan pelibatan masyarakat lokal untuk memastikan kebermanfaatan yang merata.
Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, menjelaskan bahwa model transformatif ini akan menjadi mesin penggerak baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
“Model kemitraan transformatif Indonesia–RRT memajukan kebijakan luar negeri, kerja sama industri, inovasi, dan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, acara ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Synergy Policies (Indonesia) dan CNEIA (Tiongkok). Kerja sama ini mencakup komitmen penguatan rekomendasi kebijakan, riset mendalam, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi terbarukan.
Sinergi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi Indonesia dalam menavigasi transisi energi nasional sekaligus memperkuat posisi tawar dalam peta geoekonomi energi bersih dunia.
sumber : Kemlu RI















