Kemenhut dan Pemprov Jatim Perkuat Kolaborasi Pelestarian Pesisir di Festival Mangrove VIII

Surabaya, PR Politik – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) berpartisipasi dalam Festival Mangrove Jawa Timur ke-VIII. Partisipasi ini merupakan upaya memperkuat kolaborasi pelestarian ekosistem mangrove dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan pesisir secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur, Senin (3/11).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Jenderal PDASRH Dyah Murtiningsih, serta Executive Director Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Muhammad Zainal.

Direktur Jenderal PDASRH, Dyah Murtiningsih, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ekosistem mangrove, termasuk melalui inovasi gaya hidup.

“Melalui Mangrove Harmony Ride, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan inovasi dan gaya hidup modern. Kementerian Kehutanan turut memperkuat kelembagaan pengelolaan mangrove di seluruh Indonesia, agar masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya rehabilitasi dan konservasi pesisir,” ujar Dyah.

Dyah juga menambahkan bahwa pelibatan komunitas, generasi muda, serta masyarakat urban menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang. Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang dijalankan hingga 2027 merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan apresiasi kepada para pihak yang berkontribusi dalam pelestarian mangrove.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Mangrove dapat menyerap karbon 4–5 kali lebih besar dibandingkan hutan tropis biasa. Ke depan, kami juga akan menanam cemara udang yang mampu hidup hingga ratusan tahun,” ujar Gubernur Khofifah.

Festival ini diramaikan dengan berbagai kegiatan tematik seperti penanaman mangrove, pelepasliaran burung air, penebaran benih kepiting, serta edukasi lingkungan. Selain itu, ditampilkan pameran produk olahan berbasis mangrove dan inovasi pelestarian keanekaragaman hayati hutan pantai.

Baca Juga:  Kemendagri Pastikan Situasi Kamtibmas di DIY Kondusif

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan Mangrove Harmony Ride yang melibatkan komunitas motor listrik Elders Elettrico, sebagai simbol perpaduan antara pelestarian lingkungan, peningkatan cadangan karbon, dan gaya hidup ramah lingkungan.

 

 

 

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru