Mardani Ali Sera: Data Baseline Krusial untuk Sukseskan Program Makan Siang Bergizi

Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera (kanan), saat bertukar cenderamata usai BKSAP Day di Institut Pertanian Bogor (IPB). Foto: Runi/vel

Jakarta, PR Politik (26/11) – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa penyusunan data baseline merupakan langkah fundamental sebelum pelaksanaan program makan siang bergizi yang dicanangkan pemerintah. Data ini dianggap penting untuk memastikan bahwa program tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga dapat diukur keberhasilannya secara akurat.

“Untuk keberhasilan program ini, data baseline sangat penting. Dengan adanya data tersebut, efektivitas program makan bergizi dapat diukur dan berjalan sesuai harapan,” ujar Mardani usai menghadiri BKSAP Day di Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (25/11/2024). Acara ini mengangkat tema Memperkuat Diplomasi Indonesia untuk Ketahanan Pangan dan Gizi.

Program makan siang bergizi yang dirancang pemerintah bertujuan tidak hanya menyediakan makanan bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi mereka sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.

Mardani, yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyoroti skala program ini yang mencakup hingga 81 juta penduduk dengan alokasi anggaran mencapai Rp450 triliun. Menurutnya, skala besar ini memerlukan pendekatan berbasis riset dan data akurat untuk memastikan pelaksanaannya memberikan dampak yang signifikan.

“Program ini sangat besar, dengan anggaran hingga Rp450 triliun untuk menjangkau 81 juta jiwa. Ini hampir dua setengah kali jumlah penduduk Malaysia atau Singapura. Dengan skala sebesar ini, pendekatan berbasis riset dan data akurat sangat penting untuk memastikan keberhasilannya,” jelas Mardani.

Baca Juga: Ahmad Heryawan Dorong Sinergi KPI, KIP, dan Dewan Pers untuk Penyiaran Berkualitas

Selain aspek teknis, Mardani Ali Sera juga menekankan pentingnya peran diplomasi jalur kedua (second track diplomacy) untuk mendukung keberlanjutan program. Diplomasi ini, menurut Mardani, dapat membantu memperkuat kerjasama internasional dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi di Indonesia.

Baca Juga:  Muh Haris: Subsidi BBM Harus Tepat Sasaran untuk Driver Ojek Online

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program makan siang bergizi juga tergantung pada perhatian terhadap detail yang sering kali terabaikan. “Ada pepatah, the devil is in the details. Setiap elemen, sekecil apa pun, harus dikelola dengan teliti dan cermat,” tandasnya.

Program ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui penyediaan bahan makanan dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Hal ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas hidup generasi mendatang.

 

Sumber: dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru