Wamentan Sudaryono Beberkan Strategi Swasembada: Fokus pada Intensifikasi Lahan dan Reformasi Irigasi

Bogor, PR Politik – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional adalah peningkatan produktivitas lahan dan optimalisasi frekuensi tanam. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Ketahanan Pangan di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Senin (2/4).

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menjelaskan bahwa kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini difokuskan pada intensifikasi pertanian agar hasil panen per hektare dapat melampaui rata-rata nasional.

“Agar panen lebih banyak, maka yang harus dilakukan adalah menanam lebih banyak. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan produktivitas di lahan yang sama serta meningkatkan frekuensi tanam dalam satu tahun,” ujarnya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI.

Wamentan menggarisbawahi bahwa ketersediaan air merupakan faktor paling krusial dalam produksi pertanian. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun pada tahun 2025 untuk perbaikan jaringan irigasi hingga tingkat tersier guna memastikan air sampai ke lahan petani.

“Petani bisa membeli benih dan pupuk sendiri, tetapi tanpa air, mereka tidak dapat menanam. Karena itu, irigasi menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain irigasi, pemerintah melakukan reformasi distribusi pupuk bersubsidi dengan menyederhanakan birokrasi agar penyaluran dari produsen ke kelompok tani lebih cepat dan tepat sasaran. Kebijakan ini didukung dengan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk menjamin kepastian pendapatan petani saat masa panen tiba.

Sudaryono juga mengajak generasi muda untuk melirik sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan secara ekonomi, terutama pada komoditas unggulan seperti kelapa sawit. Ia menyebut sawit Indonesia menyumbang 60 persen pasokan global dan memiliki efisiensi jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya.

Baca Juga:  Kemendagri dan LAN Kolaborasi Integrasikan IKK dan IID, Dorong Kebijakan Daerah Berbasis Bukti dan Inovasi

“Sering muncul pertanyaan, bagaimana anak muda bisa kaya dari sektor pertanian. Salah satunya melalui komoditas seperti sawit yang tidak diatur secara ketat dan mengikuti harga pasar dunia. Indonesia menyumbang sekitar 60 persen pasokan sawit global,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan. Ia mengingatkan para mahasiswa Unhan bahwa pangan merupakan instrumen strategis dalam sistem pertahanan negara.

“Pangan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan bangsa,” tegasnya.

Komisi IV DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong modernisasi pertanian, perbaikan tata kelola pupuk, serta penguatan cadangan pangan nasional agar Indonesia mampu mandiri secara pangan dan bertanggung jawab di kancah internasional.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru