Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi keberhasilan Indonesia melalui Danantara dalam memenangkan lelang aset berupa hotel dan lahan di kawasan strategis Mekkah yang akan dimanfaatkan untuk pelayanan haji serta pengembangan Kampung Haji dan Umrah.
“Alhamdulillah, melalui lobi intensif, termasuk oleh Presiden Prabowo, Indonesia kini memiliki aset sendiri di sekitar kawasan Masjidil Haram berupa hotel berkapasitas 1.461 kamar yang siap dimanfaatkan, serta 14 bidang tanah. Tentu kita berharap dan mendorong agar hotel tersebut dapat mulai digunakan oleh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/1).
Anggota DPR RI Fraksi PKS ini menjelaskan, selama ini sebagian jamaah haji Indonesia masih menempati hotel musiman yang hanya beroperasi saat musim haji dan memiliki fasilitas terbatas. Oleh karena itu, bangunan Hotel Novotel Thakher yang sebelum diakuisisi oleh Pemerintah Republik Indonesia merupakan hotel aktif, dinilai layak dan memenuhi syarat untuk diajukan sebagai bagian dari layanan akomodasi jamaah haji Indonesia.
Menurut Hidayat, pemanfaatan hotel yang berada di kawasan Kampung Haji pada tahun ini dapat menjadi momentum awal untuk memperkenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat Indonesia secara luas. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik bahwa aset negara dikelola secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar penamaan kawasan tersebut dikembangkan menjadi Kampung Haji dan Umrah. Dengan konsep ini, fasilitas yang tersedia tidak hanya difokuskan untuk melayani jamaah pada musim haji yang relatif singkat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh jamaah umrah sepanjang tahun di luar musim haji.
Hidayat menilai, pendekatan tersebut akan membuat operasional kawasan berjalan lebih efektif dan sejalan dengan prinsip ekonomi haji. Terlebih, jumlah jamaah umrah asal Indonesia disebut bisa mencapai hingga 10 kali lipat dibandingkan jumlah jamaah haji setiap tahunnya.
“Ke depan, Kampung Haji dan Umrah diharapkan berpotensi menjadi pusat layanan jamaah Indonesia yang berkelanjutan, mencakup tidak hanya akomodasi, tetapi juga pusat perbelanjaan serta klinik atau rumah sakit. Oleh karena itu, kawasan ini idealnya tidak hanya aktif pada musim haji, melainkan juga berfungsi sepanjang tahun bagi jamaah umrah, agar manfaatnya maksimal, bermaslahat, dan menguntungkan bagi semua pihak terkait,” pungkasnya.















