Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Bareskrim Polri atas keberhasilan mereka dalam membongkar sindikat penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan modus deepfake yang mencatut nama Presiden Prabowo Subianto.
“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam memberantas tindak kejahatan berbasis teknologi canggih. Saya sangat mengapresiasi kinerja Polri dalam kasus ini. Polri harus terus menjadi garda terdepan dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks,” ujar Sari Yuliati kepada wartawan pada Kamis (23/1/2025).
Sari menilai bahwa kejahatan berbasis teknologi, seperti deepfake, merupakan tantangan serius yang harus diantisipasi secara strategis. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Polri dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat. “Kejahatan seperti ini membutuhkan kecerdasan dan strategi yang lebih unggul. Polri harus lebih pandai dari para pelaku kejahatan untuk melindungi masyarakat dan menjaga nama baik institusi maupun individu,” lanjutnya.
Sari Yuliati berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman kejahatan siber. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berbasis teknologi. “Dengan semakin maraknya kejahatan berbasis AI, masyarakat juga harus dibekali pengetahuan tentang bahaya deepfake dan cara mengenalinya. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan digital kita,” tutup Sari.
Dengan pernyataan ini, Sari Yuliati menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan siber.
Sumber: kabargolkar.com















