“Apresiasi kita sampaikan kepada BIN atas paparannya terkait penguatan aspek intelijen dalam menjaga stabilitas menjelang Pilkada Serentak tahun 2024,” ujar Kang Aher usai rapat kerja.
Selain mengapresiasi kinerja BIN, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini juga menggarisbawahi hasil kunjungan Komisi I DPR RI ke BIN Daerah Jawa Barat. Menurutnya, BIN Daerah Jawa Barat telah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka dalam memetakan kerawanan di Pilkada Serentak 2024 serta menggalang kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kang Aher menekankan bahwa komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) merupakan langkah strategis dalam upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi kerawanan. “Berkomunikasi dengan para stakeholders terkait guna menyiapkan langkah-langkah strategis untuk deteksi dan cegah dini dalam meminimalkan terjadinya potensi kerawanan tahapan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Barat,” ungkapnya.
Baca Juga: Jazuli Juwaini Dukung Gerakan Global Keluarkan Israel dari PBB
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan dengan kolaborasi antar-stakeholder. Hal ini bertujuan untuk menjalankan program reintegrasi sosial dan deradikalisasi bagi kelompok radikal di Jawa Barat agar mereka dapat kembali berkontribusi di masyarakat. Selain itu, deteksi dan pencegahan dini terhadap penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik juga menjadi fokus utama BIN di daerah.
“Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI ke beberapa daerah, khususnya BIN Daerah Jawa Barat, kami mendorong agar pemetaan kerawanan dan komunikasi dengan stakeholders terus ditingkatkan. Langkah ini penting dalam pencegahan dini untuk mengurangi potensi konflik akibat hoaks di masyarakat selama Pilkada Serentak 2024,” pungkas Kang Aher, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat, mengakhiri wawancara.
Sumber: fraksi.pks.id















