Jakarta, PR Politik (05/11) — Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan global yang menyerukan agar Israel dikeluarkan dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Gerakan ini memperkuat pernyataan Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Palestina, Francesca Albanese, yang mengusulkan agar Majelis Umum PBB menangguhkan keanggotaan Israel sampai negara tersebut menghentikan pelanggaran terhadap hukum internasional.
“Israel telah melanggar berbagai hukum internasional, hukum humaniter, dan berbagai resolusi PBB. Mahkamah Internasional (ICJ) juga telah memutuskan dengan tegas bahwa pendudukan Israel di tanah Palestina adalah ilegal dan harus diakhiri. Namun, Israel tetap mengabaikan bahkan menentang putusan tersebut,” ungkap Jazuli.
Jazuli menambahkan, Israel telah terbukti melakukan genosida dan pelanggaran berat lainnya. Menurut Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, dianggap sebagai penjahat perang. Untuk semua tindakannya yang bertentangan dengan hukum internasional dan melanggar Piagam PBB, menurut Jazuli, Israel tidak layak untuk tetap menjadi anggota PBB.
“Lebih parah lagi, Israel bahkan menyerang markas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon dan menutup kantor UNRWA, badan resmi PBB di perbatasan Mesir-Palestina,” tegasnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini juga menyoroti bahwa tindakan Israel sudah melampaui batas dan menyebabkan korban jiwa di antara personel PBB. Hal ini, menurut Jazuli, wajar jika kemudian memunculkan desakan global dari ahli hukum, akademisi, serta aktivis internasional untuk mengusir Israel dari PBB.
Jazuli Juwaini mendorong Pemerintah Indonesia agar proaktif dalam menggalang dukungan di antara negara-negara anggota PBB untuk segera mengadakan pemungutan suara di Majelis Umum guna menangguhkan keanggotaan Israel.
“Sudah saatnya dunia bersikap keras dan tegas untuk mengucilkan Israel dari komunitas internasional, sehingga agresi brutal terhadap rakyat Palestina dapat dihentikan,” tegas Jazuli.
Sumber: fraksi.pks.id















