Tom Liwafa Soroti Lemahnya Digitalisasi dan Inovasi Media Pemerintah

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Arizal Tom Liwafa (kanan) | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (8/12) – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Arizal Tom Liwafa, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kinerja media pemerintah seperti TVRI, RRI, dan LKBN Antara. Dalam rapat Komisi VII DPR RI, ia menilai lemahnya interaksi digital dan kurangnya inovasi menjadi penyebab media pemerintah kalah bersaing dengan media swasta dan platform media sosial.

“Terus terang, saya miris, Pak. Antara, yang sekarang sedang live TikTok, penontonnya hanya enam orang. Itu saya pantau dari tadi,” ujar Tomli saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tomli, yang aktif di media sosial, membandingkan kehadiran digital media pemerintah dengan influencer. Ia menyoroti bahwa akun media sosial TVRI memiliki jumlah pengikut yang jauh lebih sedikit dibandingkan akun pribadinya.

“Bukan sombong, Pak, tapi ini negara. Cobalah dipikirkan, bagaimana bisa media pemerintah kalah jauh dari media sosial influencer? Ini bukan sekadar soal anggaran, tapi strategi digitalnya yang harus diperbaiki,” tambahnya.

Selain itu, ia mengkritik kualitas teknis layanan digital TVRI. “Saya coba register ke aplikasi super apps TVRI, yang katanya layar X, tapi malah muncul error. Bagaimana masyarakat bisa menikmati layanan ini kalau dari segi teknis saja tidak siap?” keluh Tomli.

Tomli juga menyoroti relevansi program TVRI dengan kebutuhan masyarakat, terutama tayangan olahraga yang sering kali hanya tersedia di platform berbayar. “Kita bicara soal nasionalisme, tapi lihat pertandingan bola saja harus bayar. Coba pikirkan bagaimana caranya TVRI bisa menyajikan konten yang relevan dan gratis, sehingga menggugah rasa nasionalisme masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: KPU DKI Tetapkan Pramono Anung dan Rano Karno Menang Pilgub Jakarta 2024

Tom Liwafa meminta media pemerintah menghadirkan program edukasi yang lebih menarik, terutama untuk anak-anak. Tomli mencontohkan program edukasi TVRI selama pandemi, seperti tayangan ruang guru, yang dianggap berhasil.

Baca Juga:  Amelia Anggraini: KIP Harus Pastikan Transparansi Informasi untuk Publik

“Dulu saat pandemi, TVRI punya program edukasi seperti ruang guru. Ini bagus dan bisa diteruskan agar anak-anak lebih tertarik menonton tayangan yang mendidik dibandingkan menghabiskan waktu di TikTok atau Instagram,” ujarnya.

Menurut Tomli, reformasi besar-besaran dalam strategi digital dan penyajian konten adalah kunci bagi media pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan menarik perhatian masyarakat. Ia berharap perubahan ini dapat segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi publik secara lebih efektif.

 

Sumber: fraksipan.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru