Jakarta, PR Politik – Ketua Kelompok Fraksi Partai NasDem di Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah, menyambut baik keputusan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Ia menilai kebijakan tersebut akan sangat membantu petani dan mendorong semangat mereka dalam menghadapi musim tanam.
“Saya apresiasi keputusan Presiden, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian yang menurunkan harga pupuk urea dan NPK mulai hari ini, sehingga beban petani jadi ringan dan petani semakin bersemangat,” ujar Sulaeman dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Menurut Sulaeman, tingginya harga pupuk selama ini membuat petani terpaksa mengurangi dosis pemupukan, yang berimbas pada penurunan produktivitas lahan pertanian.
“Penurunan 10% dosis pupuk nitrogen (urea) dapat menurunkan hasil panen padi 5%-7%. Nah, keputusan pemerintah ini tepat sekali untuk menjaga produksi pangan nasional,” tegasnya.
Legislator asal Daerah Pemilihan Papua Selatan itu menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dan terukur, karena telah melalui perhitungan matang.
“Kebijakan ini adalah langkah cepat dan terukur untuk meringankan biaya produksi petani, menjaga daya beli di tingkat usaha tani, serta mempercepat tercapainya target swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Berdasarkan keputusan pemerintah, harga pupuk kini ditetapkan sebagai berikut: urea Rp1.800 per kilogram (Rp90.000 per sak 50 kg), NPK Rp1.840 per kilogram (Rp92.000 per sak 50 kg), NPK khusus kakao Rp2.640 per kilogram (Rp132.000 per sak 50 kg), ZA Rp1.360 per kilogram (Rp68.000 per sak 50 kg), dan pupuk organik Rp640 per kilogram dari sebelumnya Rp800 per kilogram.
“Penyesuaian HET (harga eceran tertinggi) tersebut memberikan kepastian harga di kios resmi dan akan menjadi penopang bagi usaha tani jelang puncak musim tanam,” pungkasnya.















