Cilacap, PR Politik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Program Pemagangan Nasional sebagai jembatan utama bagi para lulusan baru (fresh graduate) dalam menembus hambatan dunia kerja. Program ini dirancang khusus untuk mematahkan kendala klasik yang sering dihadapi lulusan perguruan tinggi, yakni syarat pengalaman kerja yang sulit dipenuhi.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan pemagangan di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (23/1).
“Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Ini penting agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak punya pengalaman kerja,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) muncul sebagai mitra strategis terbesar. Dari usulan awal sebanyak 30 ribu orang, pemerintah telah menyetujui penempatan puluhan ribu peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata di lingkungan dengan disiplin tinggi.
“Setelah seleksi dan penyesuaian, yang disetujui sebanyak 21.686 peserta dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas,” ucap Cris. Khusus untuk wilayah Jawa Tengah, tercatat sebanyak 2.004 peserta telah terserap di berbagai satuan kerja di bawah kementerian tersebut.
Program ini dinilai memberikan keuntungan timbal balik (mutual benefit). Di satu sisi, instansi pemerintah terbantu dalam aspek operasional, sementara di sisi lain, lulusan baru mendapatkan kurikulum kerja yang terstruktur.
“Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur,” jelasnya.
Gabby, salah satu peserta magang di UPT Pemasyarakatan Permisan, mengakui besarnya dampak positif program ini terhadap kepercayaan dirinya. “Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman kerja yang sebelumnya tidak kami dapatkan. Ini membuat kami lebih percaya diri menghadapi dunia kerja setelah lulus,” ujarnya.
Selain memantau administrasi kerja, Sekjen Kemnaker juga mengunjungi berbagai unit usaha produktif binaan di Nusakambangan, mulai dari budidaya udang vaname, ikan sidat, hingga perkebunan anggur. Hal ini dilakukan untuk melihat potensi perluasan bidang pemagangan di sektor agribisnis dan peternakan.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap Program Pemagangan Nasional bukan sekadar formalitas, melainkan inkubator nyata yang melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang siap bersaing secara profesional.
sumber : Kemnaker RI















