Kemenperin dan BPD Bali–Bank Jateng Berkolaborasi, Perkuat Industri Padat Karya Lewat Skema Pembiayaan KIPK

Denpasar, PR Politik – Bali dan Jawa Tengah yang dikenal memiliki potensi besar pada industri padat karya, terus mendapat dukungan dari pemerintah untuk berkembang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong perluasan akses pembiayaan agar pelaku industri dalam negeri semakin leluasa berkembang dan meningkatkan daya saing melalui skema Kredit Industri Padat Karya (KIPK).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan, masa depan industri nasional ditentukan oleh upaya bersama seluruh pihak dalam menjaga daya saing sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

“Kami percaya, dengan dukungan semua pemangku kepentingan, kami optimistis industri padat karya akan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas dan juga memperkuat perekonomian Indonesia,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/8).

Sebagai wujud nyata dari visi tersebut, Kemenperin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasi KIPK berjalan optimal. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KIPK dengan bank penyalur, di Denpasar (27/8), menjelaskan bahwa program KIPK dirancang untuk membantu industri padat karya memperoleh pembiayaan pembelian mesin, peralatan produksi, dan modal kerja.

Ditjen KPAII Kemenperin telah menandatangani PKP dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Jateng.

“Melalui kerja sama ini, kami yakin penyaluran kredit akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di daerah Jawa Tengah,” tutur Tri.

Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan kesiapan pihaknya. dalam menyambut baik kerja sama ini, karena sejalan dengan misi BPD Bali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan adanya KIPK, kami optimistis sektor industri padat karya di Bali akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Program "Gentengisasi" Presiden Prabowo, Kemenperin Pacu Standarisasi Industri Keramik Nasional

Direktur Bisnis, Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyampaikan bahwa pihaknya siap segera menyalurkan kredit kepada sektor potensial.

“Kami menyambut baik kepercayaan ini. Bank Jateng telah memetakan potensi debitur di wilayah Surakarta, Pati, dan Purwokerto, serta menyiapkan plafon pembiayaan sebesar Rp15 miliar pada tahun 2025,” jelasnya. Anna menambahkan, skema subsidi bunga 5% dari pemerintah membuat biaya pinjaman lebih ringan, sehingga industri padat karya semakin terbantu dalam ekspansi.

 

 

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru