Sarifah Suraidah: Koperasi Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah menyatakan harapannya agar Koperasi Merah Putih (KMP) dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini harus mengambil peran sentral sebagai penopang ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB dan menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Ini bukan angka kecil. Artinya, kalau kita bicara soal ekonomi rakyat, ya bicara soal UMKM. Dan negara wajib hadir secara konkret,” kata Sarifah yang dikutip Minggu (29/6/2025).

Sarifah menekankan bahwa pelaku UMKM masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pembiayaan, minimnya literasi digital, rendahnya daya saing produk, serta kesulitan dalam menjangkau pasar nasional maupun global.

“Di sinilah Koperasi Merah Putih harus tampil sebagai solusi strategis. Bukan hanya wadah simpan pinjam, tapi jadi ekosistem modern yang mampu memfasilitasi pelaku UMKM secara menyeluruh, dari pembiayaan, pelatihan, hingga pemasaran,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa KMP harus menjadi model koperasi modern yang profesional, transparan, dan berbasis digital yang akuntabel. Menurutnya, koperasi ini harus membawa semangat gotong royong dan nasionalisme dalam setiap langkahnya.

“Koperasi ini harus mengusung semangat gotong royong dan nasionalisme. Ia harus hadir sebagai kekuatan kolektif yang bisa menyatukan pelaku UMKM dari pelosok desa hingga kota-kota besar, bahkan menjadi mitra strategis perusahaan besar dan lembaga keuangan nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sarifah juga menyampaikan bahwa dalam jangka panjang, KMP perlu diarahkan menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, koperasi harus turut menopang pemerataan ekonomi dan pembangunan inklusif yang menjadi fondasi menuju negara maju.

Baca Juga:  Legislator PKS Ateng Sutisna Ingatkan Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia

“Dalam jangka panjang, koperasi ini harus menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana pemerataan ekonomi dan pembangunan inklusif menjadi pondasi negara maju. UMKM harus menjadi pelaku utama, bukan hanya pelengkap sistem ekonomi,” sambungnya.

Sumber: kabargolkar.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru