Sambut 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Parlemen Kanada Resmi Reaktivasi Grup Persahabatan dengan Indonesia

Ottawa, PR Politik – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada memasuki babak baru dengan diaktifkannya kembali Canada-Indonesia Parliamentary Friendship Group (CIPFG). Forum lintas partai di Parlemen Kanada ini sempat vakum sejak tahun 2022 dan kini resmi direaktivasi sebagai langkah strategis menyambut peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 2027 mendatang.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyambut baik langkah progresif Parlemen Kanada ini. Menurutnya, keberadaan grup ini sangat vital dalam membangun kemitraan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga visioner.

“Grup persahabatan parlemen penting bagi kerja sama kedua negara, dan pembentukan kemitraan yang bukan hanya kuat, tetapi juga berorientasi masa depan,” ujar Dubes Muhsin dalam keterangannya, Rabu (6/5).

Reaktivasi CIPFG merupakan respons atas posisi Indonesia sebagai pemain kunci di kawasan Indo-Pasifik. Grup ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi implementasi pilar-pilar kerja sama yang telah disepakati oleh Presiden RI dan Perdana Menteri Kanada pada September 2025 lalu, yang mencakup sektor ekonomi, pertahanan, politik, serta hubungan antarmasyarakat.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Saat ini, proses ratifikasi di pihak Kanada telah memasuki tahap akhir dan diperkirakan rampung sepenuhnya pada Mei 2026 ini. Parlemen Kanada pun berharap proses ratifikasi di Indonesia dapat segera diselesaikan guna mempercepat integrasi ekonomi kedua negara.

Keberhasilan KBRI Ottawa dalam mendorong reaktivasi ini tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tetapi juga pendekatan budaya yang hangat. Dalam sesi diskusi penutup, para anggota parlemen dan senator Kanada disuguhi berbagai hidangan khas Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara.

Menu-menu ikonik seperti soto ayam, mie goreng, gado-gado, tahu isi, hingga lapis legit menjadi primadona dalam pertemuan tersebut. Sajian ini mendapat apresiasi tinggi dari para anggota grup, yang beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman kuliner asli Indonesia.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pangan dan Teritorial, Menhan Sjafrie Dorong Profesionalisme Peternakan di Yonif TP 824 Gorontalo Utara

Melalui wadah CIPFG, kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat dialog kebijakan strategis serta pertukaran kunjungan antarlembaga legislatif guna memastikan kerja sama lintas sektor berjalan secara berkelanjutan.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru