Puteri Komarudin Dukung Penurunan BI-Rate dan Dorong Percepatan Kredit serta Digitalisasi Pembayaran di Bali

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali pada Rabu (28/05/2025). Foto : Ist/Andri.

Bali, PR Politik – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 20-21 Mei 2025 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen. Keputusan ini diambil berdasarkan perkiraan inflasi yang rendah dan terkendali, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menanggapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin, menyatakan dukungannya terhadap penurunan BI-Rate ini.

“Lewat kebijakan ini harapannya suku bunga kredit bisa turun, sehingga permintaan dan penyaluran kredit dapat terus tumbuh. Apalagi, pertumbuhan kredit tercatat melambat menjadi 9,16 persen (yoy) pada Maret 2025. Makanya, dengan kredit yang terus tumbuh, aktivitas ekonomi juga semakin menggeliat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Puteri saat kunjungan kerja reses Komisi XI DPR RI ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (28/05/2025).

Puteri juga mendorong Bank Indonesia untuk terus bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kebijakan penurunan suku bunga acuan ini dapat segera diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perbankan. Ia mengingatkan bahwa BI memperkirakan dampak kebijakan ini terhadap pertumbuhan kredit akan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

“Dengan gap waktu yang cukup lama, tentu hal patut menjadi perhatian supaya BI bersama OJK dapat memastikan agar penurunan suku bunga ini dapat segera diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan,” tambah Puteri.

Selain itu, Puteri memberikan apresiasi atas pengembangan digitalisasi pembayaran di sektor pariwisata melalui QRIS Tap, inovasi Bank Indonesia yang memungkinkan pembayaran dengan hanya mendekatkan ponsel ke mesin pembayaran tanpa perlu memindai kode QR. QRIS Tap sudah diuji coba di Borobudur, Danau Toba, dan Labuan Bajo, namun belum di Bali.

Baca Juga:  Legislator PKS Netty Prasetiyani Soroti Akses Kesehatan Usai Ibu Melahirkan di Jalan di Mamuju

“Makanya, saya turut mendorong BI untuk menerapkan QRIS ini pada destinasi pariwisata yang ada di Pulau Bali. Dengan begitu, wisatawan juga semakin dimudahkan dalam transaksi pembayaran,” jelas Puteri.

Dalam kesempatan itu, Puteri juga mendukung perluasan penggunaan QRIS lintas negara yang akan menjangkau Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Indonesia, dan Tiongkok. Ia menambahkan, Bank Indonesia sebaiknya mengkaji potensi kerja sama dengan Australia mengingat wisatawan Australia mendominasi kunjungan turis ke Bali dengan persentase 23 persen.

“Dengan besarnya kunjungan turis Australia tersebut, harapannya juga didukung dengan kemudahan dalam pembayaran melalui QRIS antar negara,” tutup Puteri.

 

Sumber: emedia.dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru