Menanggapi kondisi ini, anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut, khususnya yang terjadi di Boyolali, di mana sekitar 50.000 liter atau 50 ton susu terbuang sia-sia. “Kami dari Komisi IV DPR RI sangat prihatin dan menyesalkan kejadian ini,” kata Rajiv dalam keterangannya pada Minggu (10/11).
Menurut Rajiv, insiden ini menunjukkan adanya masalah dalam rantai pasokan yang harus segera ditangani. Politisi Fraksi Partai NasDem ini meminta agar Kementan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian bekerja sama untuk memastikan produksi susu peternak dapat terserap di pasar domestik dengan baik.
“Kami berharap agar ada langkah-langkah konkret dari kementerian terkait untuk memastikan bahwa hasil produksi para peternak dapat terserap dengan baik di pasar domestik, terutama mengingat pentingnya menjaga stabilitas ekonomi sektor peternakan,” tambah Rajiv.
Baca Juga: Cindy Monica Dorong Legislasi yang Sesuai Kebutuhan Masyarakat Daerah
Rajiv juga mengungkapkan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus melakukan pemantauan terkait isu ini. Dia mengusulkan agar Kementan segera mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi peternak. Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah melalui diversifikasi produk susu, optimalisasi pasar domestik, atau bahkan kajian terkait kebijakan importasi susu yang tidak membebani peternak lokal.
“Adanya keterbatasan dalam penyerapan hasil ternak ini harus segera dicari solusinya, baik melalui diversifikasi produk, optimalisasi pasar domestik, atau bahkan mengkaji kebijakan importasi susu agar tidak terlalu membebani peternak lokal,” tegas Rajiv.
Komisi IV DPR berharap kementerian terkait dapat segera mengambil tindakan yang tepat agar kesejahteraan peternak sapi perah, khususnya di Boyolali, tetap terjaga, dan memastikan bahwa masalah serupa tidak terulang di masa depan.
Sumber: dpr.go.id















