Jakarta, PR Politik – Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi langkah pemerintah yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh besar Indonesia. Menurut PAN, keputusan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara terhadap jasa dan pengabdian mereka dalam membangun serta menjaga keutuhan bangsa.
Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai proses penetapan gelar pahlawan nasional telah melalui mekanisme yang transparan, objektif, dan sesuai prosedur.
“Ada prosedur dan tahapan seleksi. Semua dilakukan secara terbuka. Semua orang boleh memberikan masukan dan pandangan,” ujar Saleh, Sabtu (9/11/2025).
Ia menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang menilai secara profesional berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Tidak perlu diperdebatkan. Dewan seleksinya sudah memeriksa seluruh persyaratan, dan hanya mereka yang lolos lah yang akan diusulkan,” tegasnya.
Saleh juga mengungkapkan beberapa nama tokoh yang akan dianugerahi gelar pahlawan nasional tahun ini, di antaranya Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soeharto, dan B.J. Habibie. Menurutnya, ketiganya memiliki jasa luar biasa dan kontribusi nyata dalam perjalanan sejarah Indonesia.
“Nama-nama itu sudah dikenal luas oleh masyarakat. Jasa dan perjuangan mereka sangat berarti bagi Indonesia,” katanya.
Politisi PAN itu mengajak masyarakat untuk meneladani semangat dan nilai perjuangan para tokoh bangsa tersebut.
“Mari kita buka mata dan hati. Saatnya mengapresiasi dan mencontoh hal-hal baik dari para tokoh itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saleh menyebut bahwa ketiga tokoh tersebut merupakan sosok legendaris yang diakui dunia internasional.
“Gus Dur, Soeharto, dan Habibie adalah tokoh-tokoh besar yang dihormati di dalam maupun luar negeri. Karena itu, sangat wajar jika nama mereka diabadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia,” tutupnya.















