Jakarta, PR Politik – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, mengapresiasi peluncuran program 80.081 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai tonggak sejarah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan kemandirian desa.
“Ini adalah catatan sejarah baru bagi bangsa kita. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan ekonomi dari bawah, dari desa,” ujar Okta kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).
Anggota Komisi I DPR RI itu menilai, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian seperti krisis iklim, ancaman ketahanan pangan, dan kesenjangan ekonomi, koperasi desa merupakan solusi konkret dan strategis untuk membangun ketahanan ekonomi dari akar rumput.
“Ketika dunia dihadapkan pada ketidakpastian, kita justru harus memperkuat akar kita sendiri. Koperasi desa bisa menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya, karena hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar instrumen ekonomi, menurut Okta, koperasi adalah bagian dari identitas bangsa yang diwariskan para pendiri negara. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial-ekonomi saat ini.
“Koperasi adalah ruh ekonomi yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Dalam konteks saat ini, koperasi juga bisa menjadi solusi konkret atas masalah yang makin meluas seperti pinjaman online ilegal dan judi daring yang memiskinkan rakyat kecil,” tegasnya.
Okta juga menyatakan optimisme terhadap kesuksesan program Kopdes Merah Putih, terutama karena program ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PAN.
“Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Pak Zulkifli Hasan sebagai Ketua Satgas Pusat, koperasi desa Merah Putih akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari desa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar program pemerintah, melainkan sebuah gerakan moral dan ekonomi untuk melawan praktik ekonomi eksploitatif yang selama ini menjerat rakyat kecil.
“Ini menjadi solusi nyata dari persoalan seperti rentenir, tengkulak, dan praktik ekonomi eksploitatif lainnya yang selama ini merugikan petani dan masyarakat kecil,” pungkasnya.
Sumber: fraksipan.com















