Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tetap terbuka terhadap kritik, termasuk dalam lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dinyanyikan oleh kelompok Band Sukatani. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan bahwa Kepolisian tidak alergi terhadap kritik dan berupaya menjaga keseimbangan dalam demokrasi.
“Setahu saya justru Kapolri Jenderal Sigit pernah mengadakan perlombaan mural dan stand-up komedi yang isinya mengkritik institusi kepolisian. Lalu apa benar vokalis Sukatani, Novi Citra Idriyati, dipecat gara-gara membawakan lagu itu bersama kelompok bandnya?” ujar Nasir Djamil, Jumat (21/2/2025).
Jika pemecatan itu benar terjadi, Nasir sangat menyayangkan langkah tersebut. Ia menilai tindakan itu bukan hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga merendahkan profesi seorang guru.
Apalagi, lanjutnya, Menteri HAM RI Natalius Pigai juga telah menyatakan penolakan terhadap pemecatan tersebut.
“Saya baca di media sosial, Menteri HAM Natalius Pigai meminta vokalis Novi melaporkan ke Kakanwil HAM di Jawa Tengah atau ke Kementerian HAM,” kata Nasir.
Legislator asal Aceh itu juga meminta pihak sekolah tempat Novi mengajar agar bersikap sejalan dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang tidak mempermasalahkan lirik lagu “Bayar Bayar Bayar.”
“Tentu tidak dipungkiri bahwa masih ada polisi yang nakal. Tapi polisi yang baik dan menjaga nama institusi jauh lebih banyak,” ujarnya.
Karena itu, Nasir berharap agar Novi tidak dipecat dan tetap bisa mengajar seperti biasa.
“Bahkan saya usulkan kepada Kapolri agar kelompok Band Sukatani dijadikan duta Polri untuk mengembalikan citra Polri Presisi,” tutupnya.
Sumber: fraksi.pks.id















