Muslim Ayub Soroti Overkapasitas Lapas di Indonesia, Usulkan Pembangunan Lapas Baru

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub | Foto: Fraksi Nasdem (dok)

Bandung, PR Politik (10/11) — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, menyoroti masalah overkapasitas di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, termasuk di Lapas Sukamiskin, Bandung. Dalam pertemuan dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ayub menekankan perlunya langkah konkret untuk mengatasi krisis kapasitas yang kian memburuk, di antaranya dengan membangun lapas baru sebagai prioritas utama.

“Overkapasitas itu bukan rahasia lagi, ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Muslim Ayub usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Rabu (6/11/2024).

Legislator dari Dapil Aceh I (Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie Jaya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Subulussalam) ini menyatakan bahwa upaya untuk mencari solusi atas masalah overkapasitas terus dilakukan oleh Ditjen Pemasyarakatan.

“Harus ada formulasi baru dari pihak Kementerian Imigrasi dan Lapas agar masalah overkapasitas ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Ayub menambahkan, solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini adalah mempercepat pembangunan lapas baru di berbagai daerah. Menurutnya, pembangunan lapas baru harus direncanakan dengan matang agar kapasitas dapat mengakomodasi jumlah narapidana yang terus bertambah.

Selain pembangunan lapas, Ayub menekankan pentingnya perbaikan sistem manajemen lapas untuk optimalisasi pengelolaan, termasuk dalam pembinaan dan pengawasan narapidana.

“Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi segera. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait agar kapasitas lapas dapat menampung penghuni yang ada,” ungkap Ayub.

Ia juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem pemasyarakatan, termasuk digitalisasi pengawasan, peningkatan kesejahteraan petugas, serta pembenahan kebijakan terkait remisi dan pemasyarakatan, agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Komisi I DPR RI Siap Kawal Diplomasi Ekonomi, Soroti Peluang Indonesia Bergabung dengan BRICS

“Lapas Sukamiskin dan banyak lapas lainnya di Indonesia terus mengalami masalah overkapasitas. Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena kapasitas lapas yang terbatas sedangkan jumlah narapidana terus meningkat,” jelas Ayub.

Menurutnya, overkapasitas lapas dapat menghambat proses pembinaan dan meningkatkan risiko gangguan keamanan di dalam lapas.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru