Jakarta, PR Politik (20/11) — Komisi I DPR RI menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kepentingan nasional melalui diplomasi ekonomi, termasuk mengevaluasi peluang Indonesia bergabung dengan BRICS.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, dalam diskusi bertema Menakar Untung Rugi Rencana Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS yang berlangsung di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
“Sebagai pimpinan Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, kami bertanggung jawab untuk memberikan masukan konstruktif dalam pembuatan kebijakan luar negeri Indonesia,” ujar Anton, politisi Fraksi Partai Demokrat.
Anton menegaskan pentingnya keterlibatan publik, termasuk para pakar, akademisi, dan intelektual, dalam menyusun kebijakan luar negeri. Menurutnya, ruang diskusi yang melibatkan masyarakat luas akan memperkuat proses pengambilan keputusan.
Selain itu, ia mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki minat dalam politik global, untuk berperan aktif memahami dinamika internasional.
“Kita perlu meneladani langkah Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008. Saat itu, Indonesia tidak hanya berhasil melewati masa sulit, tetapi juga mencatat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Anton.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus memanfaatkan BRICS sebagai peluang strategis untuk meningkatkan ekonomi nasional. Namun, Anton juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap tantangan yang mungkin dihadapi Indonesia dalam proses keikutsertaan tersebut.
Diskusi ini menjadi bagian dari seminar publik yang digelar Fraksi Partai Demokrat DPR RI dengan tema serupa di Kompleks DPR RI. Seminar tersebut menghadirkan pembicara seperti Muhsin Syihab (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kemenlu RI), Teuku Rezasyah (Pakar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran), Esther Sri Astuti (Direktur Eksekutif INDEF), dan Alexey Rykov (Political Counsellor of Russian Embassy).
Melalui diskusi ini, diharapkan berbagai pandangan dapat dirumuskan untuk memberikan masukan strategis bagi pemerintah dalam mengoptimalkan kebijakan luar negeri yang berpihak pada kepentingan nasional.
Baca Juga: Rahmat Saleh Soroti Dugaan Ketidaknetralan ASN di Solok Jelang Pilkada 2024
Sumber: dpr.go.id















