Bogor, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan serta mempercepat program hilirisasi sektor pertanian. Seruan tersebut disampaikan Mentan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Alumni (HA) IPB di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/12).
Mentan memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan IPB, yang menurutnya telah menjadi tulang punggung di Kementerian Pertanian.
“Pertanian Indonesia maju karena keberadaan IPB. Alumni IPB adalah yang terbaik, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara bahkan Asia,” tegas Amran di hadapan ribuan alumni.
Amran menekankan bahwa tantangan pangan nasional kian berat akibat perubahan iklim dan dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, kebijakan berbasis sains (science-based policy) yang dirumuskan oleh para pakar sangatlah krusial. Saat ini, sekitar 20–30 persen posisi strategis di Kementan, mulai dari staf khusus hingga eselon II dan Direktur Jenderal, diisi oleh alumni IPB.
“Kalau saya mengatakan tidak sanggup, itu sama saja mempermalukan IPB. Karena IPB ada di belakang saya. Maka yang kita lakukan adalah bekerja dan membuktikan,” ucapnya optimistis.
Salah satu wujud konkret kontribusi IPB yang disoroti Mentan adalah varietas padi IPB 3S. Varietas unggul ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyerap dan memanfaatkan hasil inovasi karya anak bangsa ini secara masal.
“IPB 3S ini luar biasa. Kami komitmen produksinya akan kami beli dan manfaatkan. Ini karya anak bangsa dan harus menjadi kekuatan nasional,” kata Mentan Amran.
Selain fokus pada produksi, Mentan juga mendorong alumni IPB untuk terjun langsung dalam sektor hilirisasi. Menurutnya, mengekspor bahan mentah hanya memberikan nilai ekonomi yang kecil bagi negara dan petani.
“Kalau kita hanya mengekspor bahan mentah, nilainya kecil. Tapi kalau kita hilirisasi, nilainya bisa berlipat. Di sinilah peran alumni, sebagai penggerak industri, inovasi, dan kewirausahaan pertanian,” ujarnya.
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menyatakan bahwa Munas HA IPB adalah momentum penting untuk memperkuat posisi IPB sebagai kampus pertanian terbaik di tingkat global sekaligus jembatan bagi lulusannya untuk menjadi pemimpin masa depan.
“Himpunan Alumni IPB adalah jembatan antara kampus dan dunia nyata, sekaligus penguat relevansi lulusan dan penyiap pemimpin masa depan,” tutur Alim.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan keahlian akademis alumni IPB, Indonesia optimistis mampu mencapai swasembada pangan berkelanjutan dan menjadi pemain utama dalam industri pangan dunia.
sumber : Kementan RI















