Mensos Gus Ipul Resmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu, Beri Pesan Lahirkan Generasi Kuat

Indramayu, PR Politik – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meresmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Indramayu, Senin (28/9). Hunian ini diperuntukkan bagi para korban banjir rob, dan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, berpesan agar mereka dapat merawat rumah dan melahirkan generasi yang kuat.

“Jadikan rumah ini sebagai rumah yang bisa melahirkan generasi yang kuat. Mungkin orang tuanya belum berhasil, belum beruntung, masih kekurangan, tapi anak-anaknya harus berhasil. Harus jadi generasi tangguh yang ke depan bisa jadi pemimpin bangsa ini,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan anak dimulai dari rumah. Anak-anak bisa meraih profesi apapun asalkan dibekali ilmu dan kasih sayang. “Alhamdulillah bapak ibu sudah dapat rumah. Jaga dengan benar dan baik. Dari sisi mana? Dari toilet,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul menceritakan kolaborasi dan perjuangan luar biasa antara Kemensos dengan berbagai pihak dalam membangun Kampung Nelayan Sejahtera ini. Pembangunan memakan waktu 8 bulan dan sempat terkendala air bersih, hingga akhirnya jajaran TNI turun tangan.

“Karena gotong royong, keroyokan, bersama-sama, alhamdulillah akhirnya bisa kita resmikan hari ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan semua pihak. “Pak Kapolres bantu dengan memperlancar semua urusan kita yang ada di sini. Bupati dan jajarannya luar biasa, urusan surat tanah dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang kita resmikan,” katanya. Ia meminta agar para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperhatikan kebersihan dan ketertiban.

Secara resmi, Mensos Gus Ipul dan Ketua Baznas Noor Achmad didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Indramayu Lucky Hakim menandatangani prasasti Peluncuran Kampung Nelayan Sejahtera.

Dirjen Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, mengatakan Kampung Nelayan Sejahtera adalah program prioritas Kemensos untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penerima manfaat wilayah pesisir yang terdampak banjir rob, dengan menyediakan tempat tinggal aman dan layak.

Baca Juga:  Ditjen Gakkum ESDM Sisir Lokasi Tambang Ilegal di Kalimantan Tengah, Kedepankan Edukasi dan Dialog

“Pembangunan rampung 100 persen. 93 rumah tipe 36 luas tanah 60 dengan 2 kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi,” katanya. Pembangunan rumah diselesaikan selama 1 tahun (Oktober 2024 sampai September 2025). Para KPM bahkan sudah menempati rumah selama 2 bulan dan telah membentuk kelembagaan untuk menjaga perawatan dan keguyuban.

Total nilai pembangunan 93 unit rumah ini mencapai Rp23 miliar lebih. Kolaborasi pembangunan melibatkan Kemensos (inisiator pembangunan rumah dan bahan bangunan), Pemkab Indramayu (penyedia lahan), Baznas (pembangun masjid dan sentra UMKM), PT Unitras Pertama (membantu upah pekerja), serta BNPB (memberikan bantuan sumur bor yang dikerjakan bersama TNI AD).

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyebut banjir rob di Eretan sebagai isu nasional yang sulit dilawan karena faktor alam, dan memuji kolaborasi ini. “Nanti rumah bapak ibu kami tanami mangrove,” katanya.

Di area perumahan ini juga telah berdiri sejumlah tempat usaha dari program bantuan pemberdayaan, seperti olahan ikan, batik ecoprint, bengkel las, dan sanggar tari.

 

 

sumber : Kemensos RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru