Cikarang, PR Politik (22/11) – Komisi VII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke pabrik PT Mondelez Indonesia Manufacturing di kawasan industri Jababeka VII, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/11). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau operasional pabrik produsen biskuit Oreo sekaligus berdialog mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan industri makanan nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, menekankan pentingnya kesejahteraan karyawan sebagai prioritas utama perusahaan. Ia menyoroti berbagai aspek yang harus menjadi perhatian, mulai dari asuransi, jaminan sosial, hingga hak cuti.
“Kami ingin memastikan bahwa hak-hak karyawan, seperti asuransi, jaminan sosial, beasiswa untuk anak-anak karyawan, pesangon hari tua, serta cuti hamil dan melahirkan, terpenuhi dengan baik. Perusahaan besar seperti Mondelez memiliki tanggung jawab besar untuk memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerjanya,” ujar Rahmawati.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis DPR untuk mendorong industri nasional agar terus berkembang secara berkelanjutan.
“Hal ini sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja dan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian negara,” tegasnya.
Baca Juga: Aboe Bakar Al-Habsyi: Selamat untuk Pimpinan Baru KPK, Saatnya Gerak Cepat Berantas Korupsi
Menanggapi kunjungan ini, Direktur Mondelez Indonesia, Zaenal Abidin, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Komisi VII DPR RI.
“Kami sangat senang mendapat kunjungan ini. Dukungan dari DPR RI adalah dorongan besar bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zaenal.
Zaenal menjelaskan bahwa pabrik Mondelez memiliki kapasitas produksi mencapai 300.000 ton per tahun, dengan 70% produknya diekspor ke 39 negara. Dengan melibatkan lebih dari 1.400 tenaga kerja, Mondelez menjadi salah satu pusat ekspor terbesar untuk produk Oreo di dunia.
Selain itu, Kementerian Perindustrian juga turut mendukung pertumbuhan industri makanan nasional dengan memperkuat penggunaan bahan baku lokal seperti kakao. Dukungan ini diwujudkan melalui pusat penelitian dan pengembangan kakao di Pasuruan, Jawa Timur, yang berperan dalam memperkuat rantai pasok nasional.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan tenaga kerja dalam menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan inklusif.
Sumber: fraksigerindra.id















