Komisi V DPR RI Novita Wijayanti Dorong Basarnas dan BMKG Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti | Foto : DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik (13/11) – Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, memberikan sejumlah rekomendasi terkait kesiapsiagaan bencana dalam rapat kerja dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam pertemuan itu, Novita menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban melindungi masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam.

Novita mengapresiasi komitmen Basarnas yang selalu hadir sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, termasuk pada kejadian terbaru di Lewotobi. “Kehadiran Basarnas menunjukkan bahwa negara hadir di tengah-tengah rakyat saat kritis. Sehingga, perlunya peningkatan kemampuan tanggap darurat melalui pelatihan dan kolaborasi dengan elemen masyarakat di daerah rawan bencana,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Dalam rapat itu, Novita juga menyoroti rendahnya tingkat penyerapan anggaran untuk pembinaan tenaga SAR dan penyediaan sarana prasarana yang masing-masing baru mencapai 63% dan 42% hingga Oktober 2024. Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini mendorong Basarnas untuk mempercepat penyerapan anggaran secara tepat guna agar mendukung fungsi utama dalam penyelamatan.

Selain itu, Novita Wijayanti menekankan pentingnya peningkatan kecepatan informasi dalam penanggulangan bencana. Ia menyarankan agar sistem komunikasi canggih segera dikembangkan dan terintegrasi dengan instansi terkait, seperti TNI, Polri, dan BNPB. Menurutnya, Basarnas juga perlu mempersiapkan personel dan peralatan yang memadai, mengingat Indonesia terletak di kawasan rawan bencana alam, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.

“Perlunya peningkatan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana untuk memahami cara menyelamatkan diri dan melakukan evakuasi,” tambahnya.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, Novita juga mengingatkan kesiapan Basarnas menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2024, yang biasanya diwarnai dengan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi. Ia meminta Basarnas untuk memastikan kesiapan pos-pos tanggap darurat dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Sementara itu, kepada BMKG, ia menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan informasi dalam mitigasi bencana.

Baca Juga:  Dukung Petani Purbalingga, Rofik Hananto Salurkan 300 Mesin Pompa Air BBG

“Untuk BMKG agar lebih meningkatkan kemampuan prediksi dan peramalan bencana, baik yang disebabkan faktor meteorologi maupun geofisika,” ujar Novita.

Lebih jauh, ia mengimbau BMKG untuk terus mengoptimalkan sistem peringatan dini dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar responsif terhadap informasi bencana. “Ini sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian moril maupun materiil akibat bencana. Diharapkan BMKG dapat menjadi lembaga yang unggul dalam memberikan prediksi yang tepat, serta membantu kebijakan pembangunan yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Novita berharap Indonesia semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana dan mampu melindungi keselamatan masyarakat secara efektif.

Baca Juga: Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah Usulkan Pelatihan Tanggap Darurat bagi Nelayan dan Solusi Kebakaran Lahan di Kalimantan Barat

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru