Jakarta, PR Politik (18/11) – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan dukungannya terhadap pelibatan personel TNI dan Polri sebagai petugas haji pada musim haji 2025. Dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Haji di Medan, Jumat (15/11/2024), Marwan menekankan pentingnya kontribusi personel keamanan nasional untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.
“Sudah lama mereka terlibat, baik polisi maupun tentara, dalam membantu proses haji,” ujar Marwan, mengingatkan bahwa pelibatan personel TNI-Polri bukanlah gagasan baru. Kementerian Agama (Kemenag) telah mengusulkan tambahan personel keamanan guna menghadapi tantangan pelayanan yang semakin kompleks, terutama untuk mendukung jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Komisi VIII mendukung penuh kombinasi antara petugas haji reguler dan personel keamanan. Marwan menjelaskan bahwa prajurit TNI dan Polri memiliki keunggulan dalam aspek fisik dan mental, dua hal yang sangat diperlukan untuk menangani berbagai situasi sulit selama musim haji.
“Bukan hanya soal gotong-menggotong jemaah, tetapi tentang pendekatan yang penuh empati dan keterampilan,” kata Marwan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, personel TNI-Polri diharapkan mampu memberikan bantuan fisik dan mental kepada jemaah, terutama mereka yang rentan, agar dapat menjalani ibadah dengan tenang.
Marwan Dasopang menambahkan bahwa meskipun ada rencana peningkatan jumlah personel, hal ini tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. “Kalau kita butuh 50 persen, ya 50 persen. Tapi tidak perlu langsung diblok, karena itu harga mati,” tegasnya, menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam penentuan jumlah personel yang dilibatkan.
Persiapan untuk musim haji 2025 masih terus berlangsung. Kemenag dan DPR RI saat ini tengah berdiskusi untuk menentukan jumlah personel ideal yang akan dikerahkan. Pembahasan juga mencakup evaluasi kebutuhan logistik dan kenyamanan jemaah, terutama yang lanjut usia atau memiliki kebutuhan khusus.
Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i, menyatakan bahwa kehadiran personel TNI-Polri diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme layanan haji. Ia meyakini bahwa keterlibatan mereka dapat mengatasi berbagai permasalahan, seperti kurangnya perhatian dari petugas.
Komisi VIII optimistis pelibatan ini akan menciptakan pelayanan haji yang efektif, ramah, dan penuh kasih sayang, sesuai dengan kebutuhan para jemaah.
Sumber: dpr.go.id















