Jakarta, PR Politik – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, secara resmi meluncurkan Rencana Investasi Result-Based Contribution (RBC) Kerja Sama Indonesia-Norwegia Tahap Keempat serta Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Ketiga, hari ini (28/8/2025). Peluncuran ini dihadiri oleh Minister Counsellor, Kristian Netland, yang mewakili Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin.
Kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Norwegia telah menghasilkan pendanaan RBC sebesar USD216 juta, atas keberhasilan Indonesia menurunkan emisi sebesar 43,2 juta ton CO₂ pada periode 2016-2020. Rencana Investasi RBC Tahap Keempat ini menegaskan kembali integrasi Program Forests and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 ke dalam prioritas pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni menekankan bahwa sektor FOLU adalah sektor vital untuk memperkuat implementasi Paris Agreement dan mencapai target penurunan emisi sesuai Nationally Determined Contribution (NDC).
“Keseimbangan tiga pilar ekologi, ekonomi, dan sosial perlu menjadi perhatian kita bersama untuk masa depan. Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Visi Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam RPJP Nasional maupun RPJMN, telah meletakkan pondasi untuk menurunkan intensitas emisi menuju Indonesia Net Zero Emission 2060,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Peluncuran RBC Tahap Keempat bertujuan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, CSO, dan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kehutanan bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Ketiga. Layanan ini merupakan hibah kecil (small grant) yang diberikan kepada masyarakat, kelompok, atau organisasi penggerak lingkungan. Kementerian Kehutanan melalui BPDLH akan kembali menyalurkan dana senilai Rp5–6 miliar.
“Melalui Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan periode ketiga ini, kami terus berkomitmen untuk mendukung aksi nyata para pegiat lingkungan di seluruh pelosok Indonesia. Pendanaan ini merupakan wujud nyata penyaluran dana hasil pencapaian iklim Indonesia yang inklusif, langsung menyentuh akar rumput, baik individu maupun kelompok. Dengan demikian, upaya kita untuk menurunkan emisi dan mencapai FOLU Net Sink 2030 menjadi lebih merata, adil, dan berdampak luas,” ujar Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2024, layanan ini telah menyalurkan dana lebih dari Rp12 miliar kepada 383 penerima. Pengajuan usulan kegiatan dapat dilakukan melalui portal layanan di website BPDLH dari 28 Agustus hingga 1 September 2025.
sumber : Kemenhut RI















