Kemensos Gandeng Perpusnas Hadirkan Perpustakaan Modern Berbasis Inklusi Sosial di 150 Sekolah Rakyat

Jakarta, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI akan menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di Sekolah Rakyat, salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi Presiden. Kerja sama ini ditujukan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan.

Dalam audiensi dengan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya menghadirkan perpustakaan modern yang dapat menghidupkan semangat belajar anak-anak.

“Saya membayangkan Sekolah Rakyat nanti bukan hanya memiliki bangunan permanen yang layak, tapi juga perpustakaan yang istimewa, modern, dan bisa menjadi tempat studi banding bagi sekolah lain. Karena perpustakaan yang keren itu bisa menghidupkan semangat belajar anak-anak,” ujar Gus Ipul, Selasa (4/11).

Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya desain dan pengelolaan perpustakaan kepada Perpusnas agar sejak awal memenuhi standar, fungsi, dan tujuan pemberdayaan sosial.

“Saya serahkan sepenuhnya ke Perpusnas untuk merancang. Karena ini program strategis nasional, jadi harus kita percayakan pada ahlinya,” lanjutnya.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. Aminuddin Aziz, menyambut baik sinergi ini dan menegaskan komitmen Perpusnas dalam mendukung upaya penguatan literasi inklusif. Ia menjelaskan, Perpusnas telah mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang menjadi salah satu best practice di tingkat internasional.

Sebagai bagian dari kolaborasi strategis ini, Perpustakaan Nasional menyalurkan Program Bantuan Sarana Perpustakaan Sekolah Rakyat yang mendukung dua program prioritas Perpusnas. Program ini dirancang untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa dari keluarga miskin (Desil 1–2 DTSEN) dan membantu perpustakaan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Bantuan untuk tahap awal menjangkau 150 Sekolah Rakyat dan mencakup:

  • Buku: 1.500 judul untuk masing-masing jenjang SD dan SMP, serta 1.000 judul untuk SMA.
  • Sarana Fisik: 2 rak buku untuk masing-masing jenjang.
  • Digital: 250 judul buku digital untuk jenjang SMP dan SMA, serta 142$ anjungan (kios) baca yang dilengkapi akses ke koleksi digital Perpusnas dan Kemendikdasmen.
Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmikan Konvensi & Pameran IPA ke - 49

“Untuk tahap awal kami ingin memastikan bahwa bantuan ini bukan hanya berupa fisik buku atau rak, tetapi menghidupkan semangat membaca dan kebersamaan. Literasi harus menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujar Prof. Aminuddin.

Perpusnas juga melakukan survei awal yang menunjukkan adanya tantangan, seperti 19 sekolah belum memiliki tenaga perpustakaan dan 11 sekolah belum memiliki sarana prasarana. Temuan ini menjadi dasar penyusunan model bantuan berkelanjutan.

“Yang penting bukan hanya bangunan dan fasilitas, tetapi kegiatan di dalamnya. Karena literasi adalah gerakan sosial yang menggerakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Prof. Aminuddin. Program ini didorong agar inklusif dan terhubung dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di wilayah sekitar.

 

 

sumber : Kemensos RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru