Yogyakarta, PR Politik (22/11) – Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 11. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kondisi pendidikan di kedua sekolah tersebut serta mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Juliyatmono mengungkapkan rasa bangga atas semangat dan cita-cita para siswa yang ia temui. “Saya melihat wajah mereka bersinar dan penuh harapan. Mayoritas bercita-cita menjadi dokter, profesor, atau pengusaha sukses. Kita harus memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK unggulan untuk menjamin kualitas pendidikan yang berkesinambungan,” ujarnya saat berbicara dengan para siswa pada Rabu (20/11/2024).
Politisi dari dapil Jawa Tengah IV ini juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul guna mendukung visi Indonesia Emas. “Kita harus bergerak cepat untuk mewujudkan Indonesia Emas, dan saya menaruh harapan besar kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Gibran untuk mendukung program ini,” tegas Juliyatmono.
Baca Juga: Ledia Hanifa Dorong Wirausahawan Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Dalam evaluasi Kurikulum Merdeka Belajar, Juliyatmono memberikan apresiasi terhadap kelebihan kurikulum tersebut. Namun, ia juga mengakui bahwa pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kualitas pengajaran dan dukungan lingkungan belajar. “Kualitas pendidikan di sini sangat baik dan lokasinya juga strategis. Kami ingin memastikan semua sekolah dapat menjadi unggulan,” tambahnya.
Kunjungan ini juga bertujuan untuk membandingkan kondisi di kedua sekolah, guna memahami kendala yang ada dalam implementasi kurikulum tersebut. Juliyatmono berharap hasil evaluasi ini bisa menjadi bahan diskusi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk mencari solusi atas permasalahan pendidikan.
Menjelang tahun ajaran 2025/2026, Juliyatmono menekankan pentingnya koordinasi teknis antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan kementerian lain untuk merumuskan solusi konkret terhadap keluhan dan kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka. “Kita perlu merumuskan solusi konkret untuk mengatasi keluhan dan kendala dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi pendidikan di Yogyakarta dan menjadi langkah positif untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Sumber: dpr.go.id















