Husni: Kota Bogor Butuh Strategi Mitigasi Berbasis Riset untuk Atasi Bencana Hidrometeorologi

Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (22/11) – Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, menyoroti tingginya risiko bencana hidrometeorologi di Kota Bogor yang dipicu oleh curah hujan ekstrem. Husni menekankan pentingnya strategi mitigasi berbasis penelitian mendalam guna mengurangi dampak bencana alam yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Di Kota Bogor, kita perlu melakukan penelitian mendalam. Jangan setiap kali terjadi longsor atau pergeseran tanah, kita hanya turun untuk memberikan bantuan. Pekerjaan seperti itu hanya akan mengulang pola yang sama. Penelitian yang mendalam harus dilakukan agar tingkat kerusakan dan kerugian akibat bencana alam dapat diminimalkan,” ujar Husni dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Kota Bogor, Rabu (20/11/2024).

Politisi dari Fraksi Gerindra ini mengapresiasi kerja sama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Menurutnya, kedua lembaga tersebut telah menunjukkan respons yang cepat dalam penanganan bencana.

“Kerja sama antara BNPB dan BPBD sudah sangat baik. Setiap ada kejadian bencana, BNPB langsung menyalurkan bantuan. Contohnya saat terjadi longsor, BNPB membangun rumah bagi korban longsor di Kota Bogor,” jelas Husni.

Namun, ia mengingatkan bahwa koordinasi antara BPBD di wilayah rawan bencana dengan BNPB perlu diperkuat, terutama mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

“BNPB telah bergerak cepat dalam menangani bencana. Namun, perlu diingat, faktor penyebab kerusakan tidak hanya berasal dari alam, tetapi juga dari aktivitas manusia. Oleh karena itu, masyarakat juga harus lebih patuh dalam menjalankan mitigasi bencana,” tegasnya.

Husni berharap pemerintah pusat dan daerah terus meningkatkan upaya mitigasi, mulai dari edukasi masyarakat, pembangunan infrastruktur penanggulangan bencana, hingga penerapan kebijakan berbasis data dan riset. Menurutnya, kolaborasi yang baik dan strategi yang matang dapat meminimalkan dampak bencana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman alam.

Baca Juga:  Muslim Ayub Soroti Overkapasitas Lapas di Indonesia, Usulkan Pembangunan Lapas Baru

Baca Juga: Ledia Hanifa Dorong Wirausahawan Muda untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru